PSIK Gelar Workshop Lanjutan Pembelajaran Berbasis Dokumentasi Dengan Pendekatan NANDA, NIC DAN NOC

Jember, 2 Mei 2016

Kemajuan dunia keperawatan pada saat ini telah memicu para perawat baik di dalam dan luar negeri untuk mencoba memahami berbagai model asuhan keperawatan untuk bisa digunakan dalam setting klinik. Dalam prakteknya, perawat menggunakan proses keperawatan ketika melakukan asuhan perawatan pada pasien.

“Dalam ranah dokumentasi asuhan keperawatan diperlukan sebuah innovasi didalam mempermudah pekerjaan mereka perawat. Ada tiga pendekatakan yang biasa digunakan dalam Rencana Asuhan Keperawatan, NANDA (The North American Nursing Diagnosis Association), Nursing Intervention Classification (NIC), Nusing Outcome Classification (NOC),” ujar  Ketua PSIK Universitas Jember Ns. Lantin Setiorini.S.Kep.M.Kes saat membuka acara workshop pembelajaran berbasis dokumentasi dengan pendekatan NANDA, NIC dan NOC di aula PSIK, .

Menurut Lantin, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran yang ada di PSIK. Karena menurutnya, kegiatan ini akan bisa memberikan inovasi pembelajaran bagi mahasiswa PSIK Universitas Jember yang sedang menjalani pendidikan profesi dan bagi Rumah Sakit yang menggunakan Sistem Rumah Sakit (SIMRS). Kegiatan ini menghadirkan tiga pakar yang sangat berkompeten dibidang dokumentasi asuhan keperawatan sebagai narasumber.

“Tidak tanggung-tanggung kami langsung hadirkan tiga pakar sekaligus, Dr. Ati Surya Mediawati, S.Kep.M.Kep, dari PPNI Pusat, Siti Nur Kholifah, SKM.M.Kep.Sp.Kom dan Dr. Intansari Nurjanah, S.Kep.M.Kep  dari PSIK Universitas Gajah Mada Yogyakarta,” ujar Lantin.

Sedangkan  Dr. Intansari Nurjanah, S.Kep.M.Kep dalam pemaparannya mengatakan,  saat ini perkembangan sistem informasi kesehatan kian meningkat yang berdampak pula pada perkembangan sistem dokumentasi keperawatan. Perkembangan itu menurutnya, mulai dari yang sederhana dengan pengelolaan manual hingga terkomputerisasi dengan jaringan dalam suatu Rumah sakit besar.

“Tentu saja hal membutuhkan suatu basis data yang lengkap,  efektif dan efisien, dalam arti mampu menjangkau bagian yang paling detil sekalipun, NANDA adalah pendekatan asuhan keperawatan untuk meningkatkan, mengkaji kembali dengan mengesahkan daftar terbaru dari diagnosis keperawatan yang digunakan oleh perawat praktisi,” paparnya.

Dr. Intan menambahkan NOC juga menjadi bagian penting dalam proses memberikan informasi mengenai status klien setelah dilakukan intervensi keperawatan. Sedangkan NIC menurutnya merupakan suatu daftar catatan intervensi diagnosa keperawatan yang menyeluruh yang dikelompokkan berdasarkan label.

“Untuk meningkatkan mutu pelayanan dan asuhan keperawatan seorang perawat harus berdasakan kode etik, standar pelayanan keperawatan dan juga harus berdasarkan standar profesi perawat menyangkut fungsi kesehatan, fisiologi kesehatan, kesehatan psikososial, pengetahuan dan perilaku kesehatan, persepsi kesehatan, kesehatan keluarga dan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

Acara ini di ikuti oleh seluruh Staf Pengajar PSIK Universitas Jember dan perwakilan dari beberapa rumah sakit di wilayah Besuki Raya, RSD.dr.Soebandi, RS.Paru, RSD. Dr. Hariyoto Lumajang, RS.Baladika Jember, RSD. Dr. H. Koesnadi Bondowoso dan RSD. Dr. Abdurrahem Situbondo.

Leave us a Comment