Program Studi Profesi Ners Universitas Jember Lantik 36 Ners Baru

DSC_0215

Selasa, 23 Mei 2017

Tidak ada hal yang paling membanggakan dalam setiap proses pendidikan yang saya lalui. Menjadi Ners alumni dari Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Jember membawa kesan terindah dalam hidup saya. Demikian yang disampaikan oleh Yoyok Prasetyo Santoso, S.Kep.,Ners, peraih Indeks Predikat Kumulatif (IPK) 4,00 saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan ners periode 1 tahun 2017 Program Studi Profesi Ners PSIK Universitas Jember, (23/5).

Pria yang akrab disapa Yoyok ini mengatakan, kuliah di PSIK Universitas Jember tentunya sangat membanggakan. Karena menurutnya, semua fasilitas yang diperlukan dalam menunjang aktifitas akademik mahasiswa telah terpenuhi. Bahkan menurutnya selain memiliki tenaga pendidik yang memiliki kompetensi yang baik dan kurikulum yang diterapkan juga bagus.

“Terutama pada kemandirian ners dalam menangani kasus yang dihadapi oleh pasien. Ners lulusan PSIK Universitas Jember tidak canggung lagi dalam mengambil tindakan kepada pasien tanpa membuat pesien takut,” imbuh Yoyok.

Dihadapan 35 ners lain Yoyok mengatakan, selain diajarkan mengenai teknik penanganan medis mahasiswa Universitas Jember juga diajarkan bagaimana menangani pasien secara nonmedis. Karena menurutnya, teknik penanganan nonmedis juga diperlukan untuk memberikan sugesti kepada pasien.

“Ners itu tidak cukup hanya bisa menyuntik dan memberikan obat. Namun juga harus mampu memberikan sugesti positif pada pasien agar mereka yakin bahwa mereka akan segera sembuh. Kemampuan itulah yang mungkin tidak diajarkan oleh kampus lain.

Ns Lantin Sulistiyorini, S.Kep. M.Kes, Ketua PSIK Universitas Jember dalam sambutannya mengatakan, pengambilan sumpah dan pelantikan ners ini merupakan kegiatan yang wajib diikuti sebelum para ners baru terjun kedunia profesi keperawatan.

“Ucap sumpah ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan bagi ners yang baru dilantik dalam menjalankan praktek klinik keperawatan dalam segi kognitif, afektif,  dan psikomotorik, lanjut Lantin.

Lantin menambhakan, sampai saat ini Program Profesi Ners Universitas Jember telah meluluskan sebanyak 305 orang ners.

“Saat ini mereka sudah tersebar keseluruh penjuru Indonesia. Mereka semua berkarya dan mengabdi diwilayah mereka masing-masing,” ujar Lantin.

Sementara itu, Rektor Universitas Jember Moh. Hasan yang juga hadir dalam acara tersebut berpesan agar para ners terus menambah kemampuan mereka dalam hal keperawatan agar mampu bersaing dalam dunia kerja.

“Ini bukan akhir namun ini adalah awal bagi kalian semua. Teruslah belajar jangan hanya puas sampai jenjang ini karena para ners diluar sana juga siap bersaing dengan kalian semua dalam pasar kerja,” ujar Hasan.

Dalam pesan singkatnya Hasan berharap agar para orang tua/wali yang hadir pada acara sumpah untuk terus mengawasi aktivitas putra dan putrinya.

“Selepas acara ini maka tanggung jawab kami telah usai. Kami mohon kepada bapak, ibuk dan wali ners untuk terus memantau putra putrinya. Jangan sampai mereka terlibat dalam jaringan yang bertentangan dengan hukum seperti halnya gerakan radikal,” pungkas Hasan. (nis)