Program Pascasarjana Kian Berkembang Pesat

Jember, 23 September 2016

Program Pascasarjana Universitas Jember gelar kuliah perdana mahasiswa baru program Pascasarjana tahun akademik 2016/2017 di gedung Soetardjo,(20/9). Kuliah perdana yang dibuka langsung oleh Rektor Universitas Jember ini juga dihadiri oleh Pembantu Rektor I Universitas Jember dan beberapa Dekan serta seluruh Ketua Program Studi monodisiplin dan multidisplin Program Pascasarjana yang ada Universitas Jember.

Dihadapan 404 mahasiswa baru program Pascasarjana Moh. Hasan Rektor Universitas Jember mengatakan, dalam perjalanannya Pascasarjana Universitas Jember mengalami perkembangan yang sangat pesat.

“Dari yang dulunya hanya dua program studi jenjang Magister hingga saat ini sudah berkembang menjadi 16 program Magister dan 5 program doktoral. Capaian ini bukanlah suatu hal yang mudah karena saya yakin ini adalah hasil dari kerja keras yang telah dilakukan oleh direktur Pascasarjana yang begitu luar biasa,” ujar Rektor.

Rektor mengatakan, capaian yang telah diraih oleh program Pascasarjana tentu juga harus diimbangi dengan dukungan dari pihak universitas. Sehingga menurutnya, penyediaan sarana dan prasarana yang bisa menunjang proses akademik menjadi hal yang mutlak harus dipenuhi.

“Untuk mendukung proses perkuliahan kami sudah berlangganan jurnal elektronik. Kalau untuk gedung dan ruang kuliah tidak perlu kawatir demikian pula dengan laboratorium, selama itu diperlukan dalam proses perkuliahan maka akan segera kami lengkapi ini adalah komitmen kami agar semua peserta didik bisa memaksimalkan potensi yg mau dikembangkan,” imbuh Rektor.

Dalam kuliah perdana itu juga dihadirkan menghadirkan pemateri Dr. Budihardja M Singgih, DTMH, MPH tokoh nasional Indonesia yang memiliki pengalaman bidang kesehatan hingga berkelas internasional. Dalam kuliah perdana kali ini, menjelasakan mengenai pentingnya investasi di bidang kesehatan untuk pembangunan ekonomi makro. Dalam paparannya Dr. Budihardja menjelaskan mengenai sistem kesehatan yang saat ini sedang berjalan dan mengenai pentingnya penguatan sistem kesehatan, dan  primary health care (upaya kesehatan dasar) khususnya bagi masyarakat Indonesia.

Dalam pemaparan materi yang berjudul “Penguatan Sistem Kesehatan Berbasis Upaya Kesehatan Dasar Dalam Mendukung Pembangunan Makro Ekonomi” ini Dr. Budihardja M Singgih, DTMH, MPH juga membahas mengenai keterkaitan kesehatan dengan sistem seluruh kesehatan yang bekerja baik dipandang secara makro maupun mikro.

“Jadi berbicara kesehatan itu tidak hanya berbicara bagaimana mengobati orang yang sedang sakit namun juga mengenai bagaimana membuat orang itu terhindar dari sakit, sembuh dari sakit dan yang sudah sembuh tidak sakit lagi,” ujar pria yang pernah berkarir di Badan Kesehatan Dunia atau WHO ini.

Leave us a Comment