Prof. Halimin Herjanto, Pakar Marketing McKendree University, Amerika Serikat Marketing Di Masa Depan Bakal Ditopang Oleh Kekuatan Media Sosial

Halimin1

Halimin1

Jember, 19 Mei 2017

Kegiatan marketing saat ini, dan terlebih lagi di masa yang akan datang bakal ditopang oleh kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi, khususnya kekuatan media sosial. Hal ini didukung dengan ciri khas generasi milenial yang tergolong technology savvy, generasi yang sangat mengenal, akrab dan tidak bisa lepas dari teknologi informasi dan teknologi, terlebih lagi media sosial. Pendapat ini dilontarkan oleh Prof. Halimin Herjanto, pakar marketing dari McKendree University, Amerika Serikat, saat memberikan kuliah umum bertema Marketing Ideas That Will Define 2017, di aula lantai 3 gedung rektorat (31/5). Prof. Halimin Herjanto hadir memenuhi undangan Center for Research in Social Sciences and Humanities (C-RiSSH) Universitas Jember.

Pakar marketing asli Tasikmalaya ini kemudian melanjutkan penjelasannya. “Level kompetisi saat ini makin tinggi, maka agar tetap survive, perusahaan perlu memikirkan strategi pemasaran yang berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi, termasuk di dalamnya media sosial. Apalagi target market dan pasar masa depan adalah generasi milineal. Generasi yang bingung jika baterai ponselnya habis, yang gelisah jika tidak dapat koneksi WIFI,” jelas Halimin Herjanto setengah bercanda, yang lantas disambut tawa hadirin yang merupakan dosen dan mahasiswa kampus Tegalboto.

Dirinya lantas memulai kuliahnya dengan mendefinisikan generasi milineal. “Selain identik sebagai technology savvy, generasi milineal memiliki ciri khas yakni suka berbagi aktivitas, independen, serta peduli terhadap lingkungan. Keunikan generasi milineal ini membutuhkan strategi pemasaran yang juga khas,” kata Halimin lagi. Pria yang sudah sepuluh tahun lebih mengajar di McKendree University lantas memberikan strategi pemasaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi. “Kegiatan marketing harus interaktif, menggunakan kemajuan dunia media sosial serta jangan lupa membentuk komunitas berbasis mereka yang memakai produk atau jasa kita, untuk lebih mendekatkan hubungan antara produsen dan konsumen,” imbuhnya.

Sebelumnya dalam sambutan pembukaannya, Zulfikar, Wakil Rektor I, mengapresiasi usaha C-RiSHH menggelar kuliah tamu. Menurutnya hal ini sesuai dengan langkah Universitas Jember mengembangkan kajian di bidang sosial humaniora. “Rencananya pada bulan Juli hingga September nanti Universitas Jember bakal mendatangkan banyak profesor dan pakar dalam berbagai bidang, salah satunya penerima hadiah Nobel di bidang kedokteran dari Jerman,” tuturnya. Untuk diketahui, setelah berhasil mendirikan C-DAST sebagai pusat kajian di bidang sains keteknikan, Universitas Jember mulai mengembangkan C-RiSHH.

Sementara itu menurut Himawan Bayu Patriadi, Ketua C-RiSHH, semenjak berdiri di bulan November 2016 lalu, pihaknya sudah banyak melakukan aktivitas, salah satunya serial kuliah umum di berbagai bidang ilmu di ranah Sosial Humaniora. “Selain kuliah umum, kami sudah menjalin kerjasama riset dengan perguruan tinggi di Austria, Swedia, Finlandia, dan Italia guna membentuk klaster riset Eropa. Begitu pula dengan klaster riset Asia yang sudah berdiri dengan menggandeng perguruan tinggi di Thailand dan China. Yang kini tengah dirintis klaster riset Amerika dan Australia. Bahkan dalam waktu dekat kami akan menerbitkan dua buku hasil kajian C-RiSHH,” tutur dosen di FISIP ini. (iim)

Blog Attachment