Prof. Bambang; CDAST Akan Menjadi Pusat Kajian Bioteknologi Pertanian

Jember, 12 Mei 2016

Setelah sukses menciptakan Tebu Trangenik pertama di dunia, Center for Development of Advance Science and Technology (CDAST) Universitas Jember semakin percaya diri untuk menjadi pusat kajian Bioteknologi khususunya bidang pertanian. Untuk memwujudkan hal itu CDAST Universitas Jember telah banyak malakukan kerjasama dengan universitas ternama di luar negeri.

“Tidak hanya kami yang mengajak untuk bekerja sama dibidang bioteknologi pertanian namun kami juga sering diundang untuk menandatangani kerjasama dari universitas ternama yang ada di Jepang dan Korea,” ujar Prof. Dr. Bambang Sugiharto, Ketua CDAST Universitas Jember.

Menurut Prof. Bambang saat ini kajian bidang bioteknologi pertanian saat ini semakin banyak diminati. Hal itu terjadi akibat semakin sempitnya lahan pertanian, namun disisi lain kebutuhan akan pangan semakin meningkat.

“Semua orang butuh makan, lahan pertanian semakin sempit maka dari itu saat ini semakin banyak tumbuh dan berkembang penelitian ke arah pertanian terutama bioteknologi dan CDAST terus berkomitmen untuk berkontribusi secara aktif untuk itu,” ungkap Prof. Bambang.

Prof. Bambang mengaku, sejak Universitas Jember melahirkan tebu trangenik tahan kering pertama di dunia, tawaran kerjasama bioteknologi pertanian naik secara drastis. Menurutnya, tawaran kerjasama biasanya meliputi pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, dan pelatihan bersama.

“Diantaranya yang telah ada kerjasama dengan kita adalah Kyungpook National University, Mei jo of University, Osaka University, dan dengan Nagoya University kita ada kerjasama bersama Dekan Pertanian yang ada disana khusus bidang biotekknologi pertanian,” jelas Prof. Bambang.

Prof. Bambang menjelaskan, Nagoya University yang masuk dalam 5 besar kampus terbaik di Jepang ini juga tertarik untuk menjalin kerjasama dengan Fakultas Teknik dan Fakultas Kedokteran di Universitas Jember.

“Mereka rupanya juga ingin membuka kerjasama dengan Teknik dan Kedokteran kita, ini adalah kesempatan yang tidak boleh kita sia-siakan, karena pabrik mobil Toyota itu juga ada di Nagoya,” pungkasnya. (moon)

Leave us a Comment