Police Goes To Campus

police_goesto_Campus_unej-630x330px

Jember, 9 Maret 2017

Bertempat di lantai dasar Gedung CDAST Universitas Jember Kapolsek Sumbersari Kompol Andik Febrianto Ali, S.E bersama beberapa personilnya hadir kekampus tegalboto, (9/3). Mereka melakukan sosialisasi kepada para mahasiswa, petugas keamanan dan beberapa karyawan Universitas Jember mengenai penanganan tindak pidana kriminal yang sering terjadi diwilayah kampus dan sekitarnya. Acara ini dikemas dalam tema “Police Goes To Campus: Ngobrol Bareng Sivitas Akademika Universitas Jember Bersama Polsek Sumbersari.”

Dalam paparan singkatnya Kompol Andik menngatakan tingkat kriminal di wilayah Sumbersari cukup memprihatinkan. Karena menurutnya, dari 30 kecamatan yang ada di Kota Jember Sumbersari menempati posisi teratas untuk tindak kriminal kususnya pencurian kendaraan bermotor.

“Artinya, wilayah Sumbersari menjadi daerah paling rawan terjadinya pencurian kendaraan bermotor khususnya kendaraan roda dua,” ujarnya.

Menurut Kompol Andik, sasaran dari para pelaku pencurian adalah tempat kos-kosan yang tidak memilki induk semang. Karena biasanya menurutnya, kos-kosan yang demikian tingkat keamanannya sangat rendah.

“Setiap pelaku yang berhasil kami tangkap hampir semuanya memiliki wilayah operasi kampus dan sekitarnya. Karena menurut sang pelaku banyaknya sepeda yang tidak memiliki keamanan ganda dan pagar yang tidak di gembok sangat memudahkan mereka,” imbuh Andik.

Andik mengatakan, berdasarkan pengakuan dari para pelaku curanmor yang tertangkap, mencuri sepeda motor di wilayah sekitar kampus amat sangat mudah.

“Bahkan katanya, cukup diajari sebentar teorinya orang yang tidak pernah mencuri motorpun bisa dengan mudahnya mencuri 2-3 kendaraan dalam satu malam,” imbuh andik.

Untuk membuktikan pengakuan dari para pelaku curanmor Andik bersama para personilnya turun langsung ke lapangan. Personilnya dengan pakaian preman keliling wilayah kampus ditengah malam. Beberapa petugas diperintahkan untuk mencoba lemahnya keamanan di wilayah kos-kosan.

“Anak buah saya berhasil dengan mudahnya mengeluarkan motor dan memasukkan kembali tanpa diketahui penghuni kos-kosan. Kalau itu dilakukan oleh maling, wah bisa amblas itu motor,” pungkasnya.

Leave us a Comment