PJKAKI KPK : Pemuda Harus Berperan Dalam Pemberantasan Korupsi

FLAC-JEMBER_UNEJ-630x330px

Jember, 27 Maret 2017

Dalam pemberantasan korupsi kita tidak bisa bertindak secara parsial. Sinergi dari semua elemen dan instansi baik pemerintah ataupun swasta sangat diperlukan. Peran kaum muda yang dilakukan secara masif akan mempercepat proses terwujudnya Indonesia bersih dari korupsi.

“Karena tidak mungkin KPK bisa mengetahui semua korupsi yang ada. Oleh karena itu peran serta masyarakat dalam melaporkan setiap aktivitas yang mengarah pada tindakan KKN sangat kami butuhkan,” demikian yang disampaikan oleh Nanang Farid Syam selaku Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK dalam seminar nasional yang digelar oleh FLAC (Future Leader Anti Coruption) Universitas Jember.

Dalam acara yang mengusung tema Peran Pemuda Dan Gerakan Anti Korupsi Nanang mengaku  bangga terhadap gerakan anti korupsi yang dilakukan oleh FLAC Universitas Jember. Menurutnya, semangat jiwa muda dimiliki para mahasiswa bisa menjadi mesin penggerak yang bagus dalam menyebarkan nilai-nilai anti korupsi.

“Menebarkan nilai anti korupsi bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Karena perilaku korupsi sudah sedemikian luar biasa tidak hanya terjadi di tingkat pusat saja. Namun di daerah juga banyak ditemukan tindak pidana korupsi,” imbuhnya.

Dalam acara yang dibuka langsung oleh Agung Purwanto Kepala Humas dan Protokol Universitas Jember ini juga disuguhkan penampilan dongeng boneka oleh anak-anak SD binaan FLAC. Dalam pembukaannya Agung Purwanto mengatakan, selama ini Universitas Jember benar-benar tegas dalam mewujudkan kampus bersih dari tindak pidana korupsi.

“UNEJ sejak lama sudah berupaya betul untuk menutup kran-kran yang bisa menjadi jalur tindak pidana korupsi. Tidak hanya didalam bahkan untuk pihak ke-3 pun kami berupaya betul untuk tidak ada lagi gratifikasi atau suap menyuap dalam bentuk apapun,” ujar Agung.

Dalam pembukaannya itu, Agung Purwanto menegaskan Universitas Jember akan menindak tegas kepada mereka yang melakukan kecurangan.

“Sanksi tegas kami berlakukan mulai dari penundaan kenaikan pangkat atau bahkan kami tidak akan segan-segan untuk melakukan pemecatan bagi mereka yang melakukan tindakan merugikan negara,” pungkas Agung.

Dalam acara yang digelar di aula lantai III Kantor Pusat Universitas Jember ini, Abdillah ketua FLAC (Future Leader Anti Coruption) Universitas Jember mengatakan, selama ini FLAC tetap konsisten dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran. Hal itu mereka lakukan mulai dari kampus dan diri sendiri.

“Contoh disaat musim ujian kami selalu mengajak para mahasiswa untuk berani jujur dengan apa yang mereka lakukan. Berani untuk tidak mencontek dan tidak ngerpek selalu kami sosilasiskan. Karena mencontek dan ngerpek adalah bentuk kecurangan yang marak terjadi saat ujian,” ujar Abdillah.

Abdillah mengatakan, seminar nasinol ini juga dihadiri oleh Jiwo Dhamar Anarkhie, S.Sos Founder FLAC Indonesia.

“Ada sekitar 250 peserta yang hadir dalam acara seminar nasional ini. Selain dihadiri oleh seluruh BEM perguruan tinggi yang ada di Jember juga dihadiri oleh organisasi pemuda yang ada di Jember,” imbuh Abdillah.

Leave us a Comment