Perkuliahan Kampus 2 Universitas Jember Dimulai, Bupati Bondowoso Berikan Kuliah Umum

MabaKampus2-1_unej

Jember, 15 Agustus 2017

Kampus 2 Universitas Jember di Bondowoso resmi memulai perkuliahan, diawali dengan pelantikan 243 mahasiswa baru oleh Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember (15/8). Seperti yang sudah diketahui, Universitas Jember bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso membuka kampus 2 yang berada di daerah Poncogati. Universitas Jember mempersiapkan tenaga pengajar beserta kelengkapan belajar mengajar, sementara Pemkab Bondowoso menyediakan sarana dan prasarana pendukung semisal lahan kampus dan gedung perkuliahan.

MabaKampus2-1_unej

Dalam amanat pelantikannya, Moh. Hasan menyebut para mahasiswa baru Kampus 2 Universitas Jember di Bondowoso sebagai pelaku sejarah yang bakal diingat selamanya. Pasalnya mereka adalah angkatan pertama dalam sejarah perjalanan berkembangnya Kampus 2 Universitas Jember. “Selamat atas prestasi yang telah Anda raih, ingat tidak semua anak bangsa berkesempatan menuntut ilmu di bangku perguruan tinggi, oleh karena itu manfaatkanlah sebaik-baiknya kesempatan menjadi mahasiswa,” pesannya.

Moh. Hasan lantas berpesan agar seluruh mahasiswa baru selalu berpegang pada sifat jujur, mandiri, serta aktif yang menjadi landasan di perguruan tinggi. “Dunia perguruan tinggi berbeda dengan masa di sekolah lalu, oleh karena itu Anda semua wajib mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus atau PK2 dengan harapan sukses menjalani kuliah,” pesan rektor. Moh. Hasan juga mengingatkan para mahasiswa baru bahwa era saat ini adalah era kompetisi dan pasar bebas. “Saat ini sudah berlaku free flow of skilled labour, dimana mereka yang memiliki kompetensi dan ketrampilan akan bebas bekerja dimana saja, termasuk di Indonesia. Maka bersiap-siaplah agar jadi champion dan bukannya looser,” tegas Moh. Hasan disambut tepuk tangan para mahasiswa baru.

Sementara itu dalam kuliah umumnya bertema NKRI dan Pluralisme, Amin Said Husni, Bupati Bondowoso menggugah para mahasiswa baru agar mengingat sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Indonesia merdeka dengan dukungan seluruh komponen bangsa yang memiliki latar belakang agama, suku, bahasa, dan adat istiadat yang berbeda, namun setuju bersatu dengan landasan Pancasila dan bukannya atas dasar agama tertentu atau  berdasar sekularisme. Oleh karena itu mari kita jaga bangsa ini dengan menjaga dan merawat empat pilar yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-Undang dasar 1945,” tuturnya. Amin Said Husni lantas meminta agar para mahasiswa baru tidak gampang terbujuk faham tertentu yang ingin menggantikan Pancasila.

Ditemui seusai acara kuliah umum, Bupati Bondowoso mengucapkan syukur atas dimulainya perkuliahan di Kampus 2 yang sudah dirintis semenjak beberapa waktu lalu. “Semoga dengan adanya Kampus 2 Universitas Jember di Bondowoso ini akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bondowoso, serta memberikan efek positif bagi masyarakat sekitar. Bondowoso memiliki banyak potensi, baik pertanian, perkebunan, peternakan maupun pariwisata. Kesemuanya menunggu sentuhan sivitas akademika Kampus 2 Universitas Jember melalui Tri Dharma Perguruan Tingginya,” ungkap Amin Said Husni.

Sebelumnya dalam laporannya, Zulfikar, Wakil Rektor I bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni melaporkan bahwa mahasiswa baru di Kampus 2 Universitas Jember sejumlah 243 orang terdiri dari mahasiswa Fakultas Pertanian Program Studi Agribisnis sebanyak 37 orang, dan mahasiswa Program Studi Ilmu Pertanian bidang Perkebunan sebanyak 19 orang. Kemudian mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Ekonomi Syariah sebanyak 31 orang, dan mahasiswa Program Studi Akuntansi 35 orang. Untuk mahasiswa FKIP terdiri dari 35 orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika dan 86 orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. “Peminat Kampus 2 Universitas Jember di Bondowoso cukup beragam dari asalnya. Dari data kami memang masih didominasi mahasiswa asal Bondowoso, Jember dan Banyuwangi. Namun ada juga mahasiswa asal Surabaya, Bontang, Lampung, Jambi bahkan Papua Barat,” pungkasnya. (iim)

Blog Attachment