Percil, Perawat Cilik

Jember, 28 September 2016

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Jember gelar program bhakti sosial perawatan kesehatan anak (24/9). Program bertajuk Perawat Kecil yang Riang dan Cinta Kesehatan ini mengajak sejumlah siswa Sekolah Dasar Candi Jati Arjasa untuk belajar merawat dan menjaga kesehatan sejak kecil.

“Kegiatan Percil atau Perawat Cilik dengan memberikan penyuluhan mengenai masalah keperawatan pada anak kecil, sehingga diharapkan adik adik SD Candi Jati Arjasa lebih peduli pada masalah kesehatan sejak dini dan cara menjaga kesehatan baik pada diri mereka sendiri maupun pada lingkungan sekitar pada khususnya,” ujar Farida ketua panitia program.

Ada sebanyak 64 anak dari siswa-siswi kelas 3, 4 dan 5 SDN Candi Jati yang ikut serta dalam program. Menurut Farida, program ini berawal dari temuan bahwa siswa tidak dapat menggunakan fasilitas dan kurang mendapat pelayanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

‘Pada saat sakit di sekolah, dan guru yang ada di sekolah tersebut mengatakan bahwa Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang ada tidak dapat berjalan dengan semestinya karena keterbatasan fasilitas dan juga sumberdaya siswanya yang kurang memenuhi,” ujarnya lagi.

Farida menambahkan, kurangnya pemanfaatan dari fungsi UKS merupakan suatu masalah yang penting bagi kenyamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah. Menurutnya, fasilitas yang kurang memadai sudah menjadi kendala didalam menerapkan pola hidup sehat bagi siswa-siswi di tingkat Sekolah Dasar (SD).

“Oleh karena ini melalui program ini kami bermaksud mengkampanyekan pola perilaku sehat  sehingga pada saat pelayanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) diperlukan dan dibutuhkan mampu memberikan suatu tindakan atau pelayanan yang sesuai dengan yang diharapkan,” imbuhny lagi.

Ns. Lantin Sulistyirini, S.Kep.M.Kes ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember dalam sambutannya mengatakan, pemeliharaan kesehatan sekolah untuk tingkat sekolah dasar, dimaksudkan untuk memelihara, meningkatkan dan menemukan secara dini gangguan kesehatan yang mungkin terjadi terhadap peserta didik maupun gurunya..

“Pemeliharaan kesehatan ini meliputi lingkungan fisik, psikis dan sosial. Kegiatan fisik berupa pengawasan terhadap sumber air bersih, sampah, air limbah, tempat pembuangan tinja, dan kebersihan lingkungan sekolah, kantin sekolah, bangunan yang sehat, dan lain-lain termasuk udara di sekitar sekolah juga merupakan bagian dari lingkungan fisik sekolah,” jelas Lantin.

Kegiatan psikis sekolah menurutnya antara lain memberikan perhatian terhadap perkembangan antar peserta didik, memberikan perhatian khusus terhadap anak didik yang bermasalah. “Sehingga dapat terjalin hubungan kesetiakawanan antar peserta didik” pungkasnya. (Satar/moen)

Leave us a Comment