Perawat Harus Mengedepankan Empati

Sesuai dengan nama profesinya, perawat menjalankan tugas merawat yang sakit. Tentu saja dalam merawat yang sakit, selain memerlukan kesabaran perlu mengedepankan empati kepada pasien. Oleh karena itu Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Jember terus berkomitmen untuk mencetak para Ners (perawat) yang tidak hanya handal dalam bidang keperawatan, namun juga memiliki memiliki empati yang tinggi. Setiap mahasiswa PSIK sejak awal dituntut untuk memiliki sikap profesional dan juga memiliki sentuhan empati yang berbasis pada asuhan keperawatan komunitas. Berikut hasil wawancara staf Bagian Humas dan Protokol Universitas Jember, Syukron Makmun dengan Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Jember, Ns. Lantin Sulistyorini.S.Kep.M.Kes.

Apa saja usaha yang dilakukan PSIK untuk membentuk Ners profesional yang mengedepankan empati ?

Pertama dari sisi pengajar, kini kami didukung oleh empat kandidat doktor dan 26 magister yang kompeten di bidangnya. Diharapkan mereka mampu memfasilitasi para mahasiswa untuk mencapai tujuh kompetensi utama keperawatan. Para dosen ini menjadi ujung tombak mencetak perawat yang handal. Para calon Ners tidak hanya dibekali dengan kemampuan akademik, kami juga memberikan kemampuan berkomunikasi secara efektif dalam menerapkan aspek etik dan legal dalam praktek keperawatan.

Selain profesional dan mengedepankan sikap empati, apa yang harus dimiliki oleh seorang Ners ?

Seorang Ners juga harus mampu melaksanakan asuhan keperawatan professional di klinik dan komunitas, dengan cara mengaplikasikan bekal materi kepemimpinan dan manajemen perawatan. Yang terpenting lagi, mereka harus mampu menjalin hubungan interpersonal dengan klien dan tim kesehatan yang lain. Ners saat ini juga dituntut mampu melakukan penelitian sederhana dan menerapkan hasil penelitian tersebut, agar mampu mengembangkan profesionalisme secara terus-menerus. Pendek kata belajar sepanjang daur kehidupan seorang perawat.

Tadi sudah disinggung seorang perawat harus memiliki jiwa kepemimpinan dan manajemen, apakah kedua hal tersebut sudah ada dalam kurikulum di PSIK ?

Benar. Kami saat ini di PSIK telah mendesain kurikulum yang berbasis kompetensi dengan memasukkan materi-materi yang sangat mendukung untuk meluluskan Ners profesional. Termasuk di dalamnya memberikan pendidikan kepemimpinan dan kewirausahaan, karena mungkin tidak semuanya tertarik untuk bekerja sebagai perawat, bisa jadi mereka lebih menyukai bidang bisnis.

Selain itu kami saat ini menyelenggarakan pendidikan keperawatan yang berbasis pada kebutuhan masyarakat akan asuhan keperawatan dalam bentuk pendidikan akademik dan profesi secara profesional. Dalam proses pendidikannya, PSIK lebih menekankan pada asuhan keperawatan komunitas.

Dalam  prakteknya seperti apa keperawatan komunitas diajarkan kepada mahasiswa ?

Misalnya saja dalam pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa diharuskan memberikan penyuluhan kesehatan dalam bentuk pendidikan dan pelayanan kesehatan secara nyata dan berkelanjutan. Ini merupakan pengembangan keilmuan dan aplikasi langsung asuhan keperawatan komunitas. Harapannya PSIK dapat menjadi institusi pendidikan keperawatan yang menghasilkan lulusan yang memiliki empati dan kepedulian, serta senantiasa berperan aktif dalam setiap permasalahan kesehatan dan keperawatan yang berkembang dalam lingkungan masyarakat. PSIK juga telah dan mengembangkan jaringan kerja sama dengan lembaga-lembaga guna pengembangan keilmuan dan pemanfaatan lulusan. (satar/mon)

Leave us a Comment