Pentingnya Sistem Pengawasan Internal

sistemj_spi_unej-620×279

Jember, 19 Desember 2016

Sistem pengawsan internal dalam sebuah institusi menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dari proses yang berlangsung dalam sebuah institusi. Namun sering kali pengawasan yang dilakukan dipandang sebagai hal yang ribet dalam hal administrasi.

“Pengawasan itu kan upaya untuk mengurangi dan menghilangkan tindakan pelanggaran-pelanggaran dalam proses administrasi yang dilakukan oleh sebuah organisasi. Karena pada dasaranya manusia itu memiliki kecenderungan berbuat salah. Maka dari itu pengawasan internal bertugas untuk memagari hal tersebut,” ujar Rektor Universitas Jember Moh. Hasan saat membuka acara kuliah umu dengan judul “Peran Sistem Pengendalian Intern Dalam Pencegahan Korupsi” di Aula lantai 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, (19/12).

Rektor mengatakan, selama ini sistem pengawasan dan pengendalian internal yang ada di Universitas Jember sudah berjalan dengan baik. Sehingga menurutnya bisa menekan sekecil mungkin bentuk kesalahan-kesahalan dalam proses administrasi.

“Alhamdulillah sudah berjalan dengan baik dan kesalahan-kesalahan yang sengaja dilakukan sudah bisa dicegah dan dideteksi dini. Walaupun tidak bisa kami pungkiri masih ada kesalahan yang dilakukan bukan karena disengaja namun karena memang tidak ngerti kalau itu salah,” imbuh rektor.

Hasan juga menambahkan, secara tegas Universitas Jember akan memberikan sanksi yang tegas manakala ada proses kesalahan yang disengaja.

“Kami tidak akan ada toleransi pada setiap bentuk penyelewengan. Sanksi yang tegas akan kami berikan sesuai besar kecilnya kesalahan yang dilakukan. Jika memang fatal ya terpaksa akan kami lakukan pemecatan,” pungkasnya.

Sementara itu, Meidah Indreswati sekretaris utama BPKP yang hadir sebagai pemateri utama mengatakan, setiap penyelewengan terjadi karena adanya tekanan. Tekanan itu bisa berasal dari kantor dimana tempat dia bekerja ataupun dari lingkungan luar kantor.

“Mungkin gajinya terlalu rendah sehingga cari tambahan lain dengan cara yang ilegal. Atau bisa juga mungkin ada dorongan dari luar untuk berlaku curang dalam kantor,” ujarnya.

Dia menambahkan, sistem pengawasan internal yang kuat akan mencegah tindakan curang yang akan dilakukan.

“Kata siapa orang Amerika dan Singapore tidak suka korupsi, suka namun sayangnya sistem pengawasan yang ada disana tidak memungkin mereka untuk berbuat curang pada perusahaan ataupun instansi ditempat mereka bekerja,” pungkasnya. (Mun)

Leave us a Comment