Pendidikan Lalu Lintas Diharapkan Segera Masuk Kampus

Jember, 24 Agustus 2014

Universitas Jember menggelar worksop pendidikan lalu lintas pada perguruan tinggi,(22/8). Acara yang dilangsungkan di auditorium Rektorat Universitas Jember ini diikuti oleh berbagai akademisi dari UGM , UI , ITB ,dan beberapa kampus lainnya . Tak hanya itu , wakil kepala Porlantas , Polri , Brigjen Pol Sam Budigusdian hadir dalam kesempatan tersebut.

Menurut sony , panitia pelaksana, worksop tersebut diadakan untuk mencari model dan strategi integrasi dalam rangka mewujudkan pendidikan lalu lintas di perguruan tinggi. Hal itu sebagai implementasi Impres Nomor 6 tahun 2013 , RUNK dan Resolusi PBB 64/255 dalam mewujudkan safer people. Dia menjelaskan, kegiatan yang dihadiri oleh akademisi tersebut akan merumuskan model penerapan pendidikan lalu-lintas untuk perguruan tingi sehingga , materi tersebut masuk dalam perkuliah di Universitas.

“Apakah nanti masuk di intrakurikuler seperti dimata mata kuliah Agama atau PKN”, jelasnya. Selain itu, lanjut dia, kegiatan ini juga dihadiri oleh peserta dari luar jawa, seperti Riau dan Gorontalo. Hasil dari workshop diharapkan berupa naskah akademik yang bisa di ajukan ke Kemendikbud .

“Workshop ini juga dihadiri oleh perwakilan sekretaris kabinet dan sekretaria Negara” , ungkapnya. Bahkan , lanjut dia, jajaran Polda seluruh provinsi diundang untuk mengikuti workshop tersebut, namun ada yang berhalangan. Selain itu, peserta acara tersebut juga dihadiri oleh jajaran Satlantas se- Jatim. Wakil Kepala Korlantas Mabes Polri Brigjen Pol Sam Budigusdian mengatakan , pendididkan lalu lintas diperguruan tinggi sangat diperlukan. Hal itu untuk mewujudkan perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan atau safer people.

Berdasarkan data WHO, Indonesia berada di peringkat ke lima sebagai negara dengan jumlah korban kecelakaan meninggal dunia tertinggi . “Urutan kematian tertinggi akibat kecelakaan adalah Tiongkok , India , Nigeria , Brasil dan Indonesia ,” sebutnya. Menurut dia kemacetan di Indonesia sudah parah , bahkan hampir disemua kota, termasuk Jember. Selain itu, pertumbuhan kendaraan setiap tahun mencapai 12 juta unit.

“Sebanyak 80 persennya merupakan kendaraan roda dua ,” kata dia . Selain itu , lanjut dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan kecelakaan tinggi. Antara lain, pengemudi tidak di siplin, kondisi kendaraan, dan kondisi jalan serta lingkungan. “mujlai dari sopir yang mengantuk , mabuk, angkutan melebihi tonase, serta cuaca ,” pungkasnya.

Untuk itu, kata dia, pemerintah membuat rencana umum nasional keselamatan jalan oleh Kementrian PU, dan pendidikan keselamatan jalan oleh Polri. Dari Workshop tersebut , dia berharap membuahkan hasil untuk pendidikan lalu lintas bagi mahasiswa. Sehingga kecelakaan bias berkurang. “karena peran akademisi sangat di butuhkan ,” pungkasnya.

Leave us a Comment