Pemerintah Dorong Pemanfaatan TIK Guna Majukan Daerah Tertinggal

PDT-1_UNEJ-1024×681

Jember, 7 Mei 2018

Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) Republik Indonesia terus mendorong pemanfaatan kemajuan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), guna memajukan daerah-daerah tertinggal. Tekad ini disampaikan langsung oleh Samsul Widodo, Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PDT) Kemendesa dan PDTT, saat memberikan kuliah umum bertema Faktor Pengungkit Dalam Pembangunan di Indonesia, di aula Universitas Jember Kampus Bondowoso (5/5). Hadir dalam kegiatan ini, Rektor Universitas Jember, Bupati Bondowoso, mahasiswa dan dosen Universitas Jember Kampus Bondowoso, serta perwakilan Perguruan Tinggi Swasta di Bondowoso.

Menurut Samsul Widodo, pemanfaatan TIK untuk memajukan daerah tertinggal dipilih karena terbukti efektif untuk membuka kesempatan bagi daerah untuk membuka diri, sekaligus merintis  peluang memasarkan potensi desa tanpa terhalang batasan geografis. “Untuk itu kita mendorong desa yang sudah memiliki infrastuktur fisik yang baik, untuk menganggarkan Dana Desa-nya bagi pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi di desanya,” jelas Samsul Widodo. Dirinya lantas menunjukkan contoh keberhasilan pemasaran buah alpukat dari Provinsi Nusa Tenggara Timur ke Jakarta dan Bali, yang difasilitasi aplikasi tertentu. “Dengan aplikasi pemasaran secara online ini, petani menikmati harga yang lebih baik,” kata Samsul Widodo yang alumnus FISIP Universitas Jember ini.

Samsul Widodo kemudian menambahkan, untuk mendorong pemanfaatan TIK bagi daerah tertinggal, Kemendesa dan PDTT terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan perguruan tinggi seperti Universitas Jember. “Kemendesa dan PDTT sudah menjalin kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi termasuk dengan Universitas Jember. Salah satu bentuk kerjasama yang dilaksanakan antara lain penerjunan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata yang diarahkan untuk melakukan  pembangunan infrastuktur TIK beserta pendampingannya,” imbuh alumnus Program Studi Administrasi Negara yang masuk ke kampus Tegalboto tahun 1986 ini.

Apa yang disampaikan oleh Dirjen PDT didukung oleh Amin Said Husni, Bupati Bondowoso yang sebelumnya memberikan arahan. Menurutnya pemanfaatan TIK sudah dibuktikan di Bondowoso, antara lain dalam pelaksanaan pembangunan Sistem Administrasi Informasi Desa (SAID) yang bekerjasama dengan Universitas Jember. Adanya SAID membantu desa menampilkan berbagai potensinya sehingga dapat dikenal luas, dan kini Bondowoso bukan lagi daerah tertinggal. “Satu hal lagi yang menjadi kunci suksesnya pembangunan di Bondowoso adalah suasana kondusif yang dikembangkan oleh semua elemen masyarakat Bondowoso, sehingga berbagai program yang dicanangkan berjalan dengan baik,” ujar Amin Said Husni yang akan mengakhiri jabatannya setelah dua periode memimpin Bondowoso.

Sementara itu dalam sambutan pembukaan kuliah umumnya, Rektor Universitas Jember menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Bondowoso, yang telah mendukung keberadaan Universitas Jember Kampus Bondowoso. “Terima kasih atas dukungan pemerintah Bondowoso yang telah diberikan sehingga Universitas Jember Kampus Bondowoso dapat berkembang dengan baik, bahkan kini sudah berdiri gedung kuliah tiga lantai yang dibangun oleh Pemerintah Bondowoso. Kabar gembiranya, kini ada dua program studi baru di Universitas Jember Kampus Bondowoso, Peternakan dan Ilmu Gizi, semoga keberadaan Universitas Jember Kampus Bondowoso memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bondowoso dan sekitarnya,”  pungkas Moh. Hasan. (iim)