Pemerintah Daerah Bersama UNEJ Siap Bersinergi Membangun Desa

unej_pemdes1

Jember, 08 November 2016

Asisten II Sekda Kab. Jember Drs. H. M. Thamrin, MM mengajak Fakultas Teknik Universitas Jember membangun teknologi tepat guna bagi masyarakat. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada pembukaan kompetisi nasional Jember Line Traser (JLT) VI yang digelar oleh Jurusan Elektronik Fakultas Teknik di gedung Soetardjo, (6/11).

“Kami sangat mendukung kegiatan lomba JLT ini karena bisa mendorong kreatifitas bidang teknologi, namun kedepan jangan hanya ini saja saya ingin mengajak fakultas teknik kususnya yang berkaitan dengan teknologi membangun teknologi tepat guna di Kabupaten Jember,” tuturnya.

Thamrin mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap teknologi tepat guna sangat besar khususnya yang berkiatan dengan bidang pertanian dan perkebunan. Menurut Thamrin, adanya sinergi antara pemerintah daerah Universitas Jember akan mempercepat proses pembangunan masyarakat khususnya dibidang teknologi.

“Di Kabupaten Jember ini ada 248 desa yang sebagian besarnya adalah masyarakat pertanian dan perkebunan yang masih tradisional banget, ini kan perlu adanya sentuhan teknologi. Jadi saya pikir Unej mampulah untuk mewujudkan satu desa minimal satu teknologi,” pungkasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Dr. Ir. Entin Hidayah mengatakan, secara kelembangan seorang peneliti memiliki tugas pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, selama ini Fakultas Teknik mendorong para dosen untuk menjadi problem solver bagi masyarakat khususnya masyarakat Jember.

“Pengabdian kepada masyarakat itu adalah kewajiban bagi semua dosen, tidak terkecuali dosen yang ada di Fakultas Teknik. Adanya sinergi dengan pemerintah daerah ini akan semakin memudahkan dalam pembuatan program,” ujar Dr. Ir. Entin Hidayah.

Entin menambahkan, perkembangan teknologi saat ini semakin berkembang. Hal ini ditunjukan setiap tahunnya jumlah peserta JLT semakin meningkat.

“Beradasarkan laporan panitia tahun ini lebih banyak dari tahun kemaren totalnya ada sebanyak 130 peserta dari seluruh Indonesia dengan rincian 66 peserta kategori analog dan 64 peserta kategor micro, tahun lalu hanya 124 peserta saja, ini artinya minat kawula muda terhadap pengembangan teknologi semakin meningkat,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri untuk kategori Mikrokontroler Tim OR Sapuza dari Politeknik Negeri Malang berhasil menyabet juara 1. Juara dua ditempati oleh Tim Plankton TE UM dari Universitas Negeri Malang dan juara 3 ditempati oleh Maba Teum dari Universitas Negeri Malang.

Untuk kategori Analog juara 1 diraih oleh tim  OR Junior dari SMP Negeri 19 Malang, juara 2 ditempati oleh tim Telor Kotoh dari SMA Nurul Jadid. Juara 3 dan kategori best design masing-masing ditempati oleh Iskawa ARM dari SMK Iskandar Agung.

Leave us a Comment