Pembangunan Berkelanjutan Indonesia: Tantangan dalam Globalisasi

lippogroup_unej-630x330px

Jember, 23 Januari 2017

Secara singkat, pembangunan nasional merupakan upaya yang secara sadar dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia secara menyeluruh atau yang secara ideal kita katakan untuk mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Tujuan ini hanya bisa dicapai dalam jangka panjang sehingga tantangannya bukan hanya sekedar bagaimana kita bisa membangun saja tetapi bagaimana supaya kita bisa membangun secara terus menerus atau secara berkelanjutan (sustainable).

Prof. Andrianus Mooy, Senior Adviser Lippo Group, mempertegas pernyataan tersebut dalam penyampaian materi Kuliah Umum dengan tema “Kualitas SDM dalam Hubungannya dengan Pembangunan Bangsa Indonesia” pada Senin (23/1), di Gedung R. Achmad Universitas Jember.

“Untuk dapat membangun dibutuhkan stabilitas, pertumbuhan dan pemerataan (Trilogi pembangunan). Ini merupakan sebuah tantangan, apalagi untuk bisa membangun secara terus menerus, tantangannya menjadi semakin berat. Sementara itu kita juga merupakan bagian dari masyarakat dunia dan dengan proses globalisasi yang terus bergulir, perkembangan global tidak selalu mendukung upaya pembangunan kita bahkan kerap menjadi penghambat.”  jelas Andrianus, yang merupakan mantan Gubernur BI pada masa orde baru.

Andrianus juga menambahkan bahwa pembangunan dapat dilihat melalui dua dimensi yang sama pentingnya, yakni kuantitas dan kualitas. Namun, masalahnya adalah di Indonesia masih terlalu menekankan pada kuantitas, seolah-olah kemajuan kuantitas otomatis menghasilkan perbaikan kualitas. Padahal kenyatan di lapangan tidak menunjukkan demikian.

“Kemajuan kuantitas bisa dicapai secara instan dan kebetulan, tetapi perbaikan kualitas membutuhkan waktu dan kerja keras. Setelah  melewati proses pembangunan di Indonesia selama ini, banyak yang telah dicapai oleh Indonesia dilihat dari  dimensi  kuantitas. Tetapi dari dimensi kualitas dalam arti luas, masih banyak hal yang perlu dibenahi.” tambah Andrianus.

Human Capital atau sumberdaya manusia yang berkualitas merupakan fokus utama yang harus diperhatikan dalam sebuah pembangunan. Perhatian khusus harus diberikan pada peningkatan dan diversifikasi kualitas human capital karena untuk terus berkiprah di era globalisasi, sebuah negara harus mampu bersaing dengan menghasilkan produk-produk yang berkualitas tinggi dan hal tersebut hanya bisa dihasilkan oleh human capital yang berkualitas tinggi.

“Pengalaman menunjukkan bahwa memiliki sumberdaya alam yang melimpah adalah suatu keuntungan, tetapi yang lebih menentukan adalah kualitas sumberdaya manusia atau human capital, bukan kuantitas. Jadi kemampuan kita untuk membangun secara berkelanjutan      ditengah dunia yang terus bergejolak sangat bergantung pada kualitas human capital kita dan pemanfaatan SDA kita secara bijaksana.” jelas Andrianus.

Andrianus melanjutkan dengan menyebutkan beberapa contoh kualitas pembangunan yang masih rendah di Indonesia, diantaranya adalah di bidang Ekonomi, Politik dan Hukum, Pendidikan dan Kesehatan, serta Tenaga Kerja. Oleh karenanya, Lippo Group berperan aktif dalam bidang Pendidikan dan Kesehatan dengan salah satu upayanya adalah memberikan bantuan berupa beasiswa kepada 10 Perguruan Tinggi setiap tahunnya. Dimana Pendidikan dan Kesehatan merupakan batu penjuru human capital bagi produktivitas individu.

“Bantuan ini kami tujukan untuk dapat membangun SDM yang berkualitas, dan kami juga mengharapkan bantuan ini akan dapat menggugah para pengusaha lain untuk memberikan bantuan juga. Karena kami mengetahui bahwa SDM merupakan komponen yang sangat penting dalam sebuah pembangunan negara.” tutur pria kelahiran Nusa Tenggara Timur ini.

Sebanyak 25 mahasiswa berprestasi di Universitas Jember menerima bantuan beasiswa pada acara kuliah umum yang sekaligus menjadi acara penyerahan bantuan bagi mahasiswa berprestasi. Rektor Universitas Jember, Moh. Hasan juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Prof. Andrianus Mooy atas kehadirannya untuk memberikan kuliah umum dan bantuan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi UNEJ.

Leave us a Comment