Pascasarjana Universitas Jember Mulai Terapkan CBT Untuk Seleksi Mahasiswa Baru

CBTPasca_UNEJ-630x330px

Jember, 13 Maret 2017

Pascasarjana Universitas Jember mulai menerapkan Computer Based Test (CBT) untuk menseleksi mahasiswa barunya. Pelaksanaan CBT ini untuk pertama kalinya diterapkan dalam seleksi gelombang I tahun akademik 2017/2018 yang digelar hari Sabtu (11/3) di ruang komputer Fakultas Kedokteran. Dalam CBT kali ini, terdapat 59 peserta yang terdiri dari 58 peserta seleksi program magister (S 2), dan seorang peserta  Program Doktor Ilmu administrasi. Jalannya seleksi dipimpin langsung oleh Sudarko, Ketua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Teknologi Informasi bersama Dewi Prihatini, Sekertaris Program Pascasarjana.

Menurut Dewi Prihatini, ide menggelar seleksi CBT dalam seleksi mahasiswa baru Program Pascasarjana dilandasi keinginan untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada calon mahasiswa. “Selama ini ujian dilaksanakan dengan Paper Based Test, sehingga perlu waktu untuk memprosesnya. Dengan Computer Based Test, maka setiap peserta sudah dapat memperkirakan hasil akhir dari seleksi. Selain dapat menghemat penggunaan kertas, hasilnya dapat segera diumumkan,” jelas dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini.

Dewi Prihatini lantas menceritakan untuk menggelar CBT ini, pihak Program Pascasarjana telah mempersiapkan kebutuhan CBT bersama UPT Teknologi Informasi, Lembaga Pengembangan dan Pembinaan pendidikan (LP3), UPT Pusat Bahasa, dan Fakultas Kedokteran sebagai lokasi ujian. Persiapan meliputi soal ujian, kesiapan jaringan berikut aplikasi e-learning. “Ide pelaksanaan CBT ini didukung penuh oleh pimpinan Universitas Jember, bahkan menurut rencana akan diaplikasikan dalam penerimaan mahasiswa melalui jalur ujian mandiri Universitas Jember yang dikenal sebagai Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Besuki Raya,” tambah Dewi lagi.

Secara umum pelaksanaan CBT yang meliputi Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TKBI) berjalan lancar. Tes dimulai dari jam 09.00 dan berakhir pukul 14.30 WIB. Memang terdapat kendala kecil, seperti peserta yang lupa nomor PIN namun bisa diselesaikan oleh panitia sehingga peserta tadi dapat mengikuti tes. “Pengalaman pelaksanaan CBT pertama ini akan kami jadikan sebagai bahan untuk perbaikan, agar pelaksanaan CBT yang akan datang lebih baik lagi, apalagi untuk Program Pascasarjana masih akan menggelar dua gelombang seleksi lagi,” kata Dewi Prihatini. (iim)

Leave us a Comment