Pariwisata Bidang Bisnis Yang Menjanjikan

IMG_0318

Jember, 28 Agustus 2016

Animo masyarakat luar negeri ataupun dalam negeri untuk berkujung ke tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia terbilang cukup tinggi. Tahun 2016 lalu tercatat sebanyak 11.5 juta wisatawan asing datang untuk menikamati ragam wisata yang ada di Indonesia.

“Jumlah wisatawan domestik pun juga terbilang cukup besar ada sebanyak  6.6 juta orang. Ini adalah angka yang sangat tinggi dan bisa menjadi peluang yang sangat besar untuk menghasilkan pundi-pundi devisa bagi suatu negara,” ujar Nugroho Mulyono Komisaris dan Owner A-Raya Travel dalam seminar nasional pariwisata dengan tema “Inovasi & Kreativitas Pariwisata Sebagai Penggiat Ekonomi Masyarakat Indonesia” yang dilaksanakan oleh program D III Usaha Perjalanan Wisata FISIP UNEJ di aula lantai II FISIP, (30/8).

Menurut Nugroho, Indonesia yang memiliki kondisi geografis yang sangat beragam memiki potensi yang cukup besar untuk dimanfaatkan secara optimal. Karena menurut Nugroho pariwisata yang paling diminati saat ini adalah wisata alam.

“Wisata alam seperti pantai, hutan dan yang bernuansa alam lainnya masih berada pada posisi puncak. Pada posisi kedua paling banyak diminati adalah wisata budaya. Indonesia memiliki itu semua tinggal bagaimana memanfaatkan secara optimal,” ujar pria yang menggeluti bisnis perjalanan wisata ini.

Nugroho menambahkan, efek domino dari keberadaan sebuah pariwisata sangat besar. Adanya pariwisata pada suatu daerah akan ikut mengangkat perekonomian warga masyarakat disekitas kawasan.

“Semua bisnis akan ikut bergerak mulai dari penginapan, kuliner, transportasi, pusat oleh-oleh. Bahkan masyarakat bisa mendapatkan rupiah hanya dengan membuka toilet umum atau parkiran bagi para pengunjung,” pungkas Nugroho.

Sementara itu Dra. Sri Wahyuni, M.Si Ketua Program Studi D III Usaha Perjalanan Wisata mengatakan, seminar nasional ini di laksanakan dalam rangka membuka wawasan para mahasiswa perjalanan wisata untuk bisa berfikir kreatif dalam menangkap peluang dalam bisnis pariwisata.

“Harapan kami setelah lulus mahasiswa pariwisata tidak hanya berfikir untuk mencari lapangan kerja bidang pariwisata namun mulai berfikir untuk membuka bisnis seperti bidang yang telah mereka pelajari yaitu bidang pariwisata,” ujar Sri Wahyuni.

Sri Wahyuni menyampaikan, dalam acara ini panitia mengundang beragam pemateri dari akademisi maupun praktisi.

“Kami juga mengundang Bupati Banyuwangi dan Bupati Jember yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata masing-masing. Acara ini juga dikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa, tenaga pengajar dan masyarakat umum pegiat wisata dari beberapa daerah termasuk Makasar,” jelasnya. (moen)