Para Ahli Dari Tujuh Negara Bahas Kedaulatan Pangan di Kampus Tegalboto

FoSSA_UNEJ

Jember, 1 Agustus 2017

Kedaulatan pangan turut menentukan kedaulatan sebuah negara. Benang merah ini terlontar saat kegiatan konferensi internasional bertajuk Building of Food Sovereignity through a Sustainable Agriculture (FoSSA) 2017, yang dimotori oleh Fakultas Pertanian Universitas Jember. Selama tiga hari (1-3/8), para pakar dan peneliti pertanian, pangan, dan energi dari tujuh negara bertemu guna membahas topik-topik penting mengenai bagaimana menegakkan kedaulatan pangan di kampus Tegalboto.  Konferensi ini dibuka secara resmi oleh Moch. Hasan, Rektor Universitas Jember, didampingi Dr. Nur Masripatin, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, beserta Dr. Mat Syukur, staf ahli Menteri Pertanian di Gedung Soetardjo (1/8).

FoSSA_UNEJ

Tampil sebagai keynote speaker, Dr. Nur Masripatin, yang dalam paparannya menjelaskan bahwa salah satu masalah utama yang kini dihadapi oleh semua negara adalah perubahan iklim. “Perubahan iklim menjadi ancaman bagi keberlangsungan pertanian, yang juga berarti berpotensi mengganggu produksi pangan. Jika tidak ditanggulangi bisa berdampak pada kedaulatan negara,” jelasnya. Untuk mengantisipasi perubahan iklim, direktorat jenderal yang dipimpinnya telah menjalankan dua program besar, yakni program mitigasi dan adaptasi. Pemateri kedua adalah Nick Rose, Direktur Eksekutif The Australian Food Network yang juga dosen di William Angliss Institute. Sementara itu pemateri ketiga adalah Dr. Mat Syukur, staf ahli bidang teknologi dan inovasi pertanian Menteri Pertanian RI.

Prof. Dr. Yuli Hariyati, ketua panitia kegiatan menjelaskan konferensi kali ini diadakan dengan tujuan membahas berbagai perkembangan terakhir di bidang pertanian, pangan, dan energi sekaligus menjadi wahana bertukar pengalaman dan riset yang telah dilakukan. “Jumlah peserta mencapai 276 orang dari kalangan akademisi, peneliti, pemerintah serta mahasiswa. Mereka berasal dari Australia, Taiwan, Jepang, Thailand, Sri Lanka, Jerman dan Indonesia sebagai tuan rumah,” jelas Prof. Yuli Hariyati. Dosen Fakultas Pertanian ini lantas menambahkan, konferensi internasional ini mendapatkan dukungan dari Universitas Andalas Padang, Universitas Warmadewa Denpasar, serta UPN Veteran Surabaya. Sokongan juga diberikan oleh para peneliti pertanian, pangan, dan energi yang tergabung dalam The Asia Pasific Network for Suistainable Agriculture Food and Energy.

“Harapannya kegiatan FoSSA akan diadakan secara berkala, dan bahkan dapat melahirkan Pusat Kedaulatan Pangan di Fakultas Pertanian Universitas Jember,” tambah Prof. Yuli Hariati lagi. Harapan ini didukung oleh Moch. Hasan, menurutnya Universitas Jember ingin menjadi pusat keunggulan khususnya di bidang pertanian seiring dengan misi dan visi kampus Tegalboto. “Universitas Jember berada di lingkungan pertanian dan perkebunan, maka sudah semestinya jika memiliki keunggulan di bidang pertanian dan perkebunan tanpa harus melupakan keunggulan di bidang lainnya,” katanya. Dari data yang ada tercatat ada 188 karya ilmiah dan 36 poster ilmiah terkait pertanian, pangan dan energi yang akan dipresentasikan, masih ditambah dengan materi dari 12 pembicara utama selama konferensi. (iim)

Blog Attachment