Pancasila Vs Komunis Di Bumi Indonesia

Jember, 26 September 2016

Fakultas Hukum Universitas Jember gelar seminar nasional bertajuk Nasional Mempertahankan Pancasila Sebagai Ideilogi Negara Dari Bahaya Laten Komunis, (26/9). Bertempat di aula Hotel Panorama Jember acara ini diikuti oleh 150 undangan dari kalangan mahasiswa beserta beberap instansi.

Kepala Lembaga Sandi Negara Mayjen (Purn) TNI Dr. Djoko Setiadi, M.Si,  turut hadir mengisi materi dalam seminar kali ini. Dalam paparan singkatnya Dr. Djoko Setiadi mengatakan, sebagai ideologi bangsa Pancasila tentanya harus senantiasa kita jaga keutuhannya. Karena menurutnya, beberapa kali Pancasila mendapatkan ancaman yang datang dari luar ataupun dari bangsa sendiri.

“Kita semua pasti tau lah bagaimana faham komunis yang mencoba merongrong keutuhan Pancasila melalui gerakan kudeta yang biasa kita kenal dengan G30S PKI yang telah menelan ribuan atau bahkan jutaan korban jiwa,” ungkapnya.

Menurut Dr. Djoko Setiadi, M.Si sebagai ideologi negara, Pancasila mampu menjawab keberagaman suku, agama dan golongan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dirinya mengajak kepada para generasi muda khususnya untuk bersama menjaga Pancasila sebagai pemersatu keberagaman bangsa Indonesia.

“Saya pikir Pancasila adalah ideologi yang pas untuk menjadi alat pemersatu bangsa dalam Kebhinekaan, dan mari kita bersama-sama menjaganya untuk keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara,” imbuhnya lagi.

Sementara itu pemateri lain Dr. Moh. Chairul Anam Pengasuh Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien Magetan lebih banyak bercerita mengenai kekejaman yang telah dilakukan oleh para komunis. Cerita diawali dari tahun 1948 dimana pada masa itu puluhan atau bahkan ratusan ulama meninggal akibat pembantaian.

“Bahkan pada masa itu 13 Ulama dari pesantren kami tewas, dan penculikan dan pembunuhan ulama juga terjadi ditempat lain sehingga pada waktu itu banyak sekali pesantren terpaksa bubar dikarenakan para pengasuhnya sahid dalam pembantaian dilakukan komunis,” paparnya.

Namun diakhir paparannya pria yang diakrab disapa Gus Anam ini mengingatkan kepada para peserta tidak perlu takut akan bangkitnya kembali komunis.

“Tidak perlu takut namun kita tidak boleh melupakan apa yang telah diperbuat oleh komunis pada masa itu sehingga dengan sendirinya masyarakat sadar bahwa komunis memang musuh bersama yang harus kita lawan,” pungkasnya.

Leave us a Comment