Paguyuban Reog Ponorogo Singo Mulyo Juara Umum dalam Festival Reog se-Tapal Kuda 2014

Jember, 15 Agustus 2014

Paguyuban Reog Ponorogo Singo Mulyo Jember  tampil sebagai juara umum dalam Festival Reog se-Tapal Kuda 2014 (11/8). Agenda tahunan yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Sardulo Anorogo Universitas Jember ini diikuti oleh peserta dari empat kota, yakni Probolinggo, Lumajang, Jember dan Banyuwangi. Paguyuban Reog Ponorogo Singo Mulyo berhak atas piala beserta uang pembinaan yang diserahkan langsung oleh Rektor Universitas Jember Drs. Moh. Hasan, M.Sc Ph.D.

Jember, 15 Agustus 2014

Paguyuban Reog Ponorogo Singo Mulyo Jember  tampil sebagai juara umum dalam Festival Reog se-Tapal Kuda 2014 (11/8). Agenda tahunan yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Sardulo Anorogo Universitas Jember ini diikuti oleh peserta dari empat kota, yakni Probolinggo, Lumajang, Jember dan Banyuwangi. Paguyuban Reog Ponorogo Singo Mulyo berhak atas piala beserta uang pembinaan yang diserahkan langsung oleh Rektor Universitas Jember Drs. Moh. Hasan, M.Sc Ph.D.

Malam penyerahan juara yang digelar di parkir utara Gedung Soetardjo berlangsung semarak. Selain acara penyerahan piala, ratusan penonton dihibur oleh berbagai penampilan kesenian daerah, antara lain penampilan tari Seblang, tari Gandrung dan tari dari Sanggar Cundo Manik Banyuwangi. Tampil memeriahkan acara adik-adik dari Sanggar Untukmu Si Kecil (UKS) dari bantaran sungai Bedadung Jember yang dibina oleh Prof. Dr. Ayu Sutarto, guru besar Fakultas Sastra Universitas Jember. Tampak menyaksikan acara ini Kepala Dinas Pendidikan Jember, Drs. Bambang Hariono, yang kebetulan juga berasal dari Ponorogo.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Jember Drs. Moh. Hasan, M.Sc Ph.D menegaskan bahwa Universitas Jember adalah salah satu lembaga pendidikan yang terus bersemangat dalam melestarikan kebudayaan daerah, seperti halnya Reog Ponorogo. Pasalnya Universitas Jember mendidik anak muda yang diharapkan menjadi garda terdepan pelestari kebudayaan bangsa. “Jangan sampai ada budaya kita lagi yang kemudian diakui oleh negara lain, kita semua harus memiliki komitmen yang tinggi untuk melestarikan kebudayaan bangsa,” ujar rektor.

Drs. Moh. Hasan, MSc., PhD kemudian menjelaskan arti pentingnya kegiatan seperti Festival Reog yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Sardulo Anorogo ini. Menurutnya, masyarakat Jember berasal dari berbagai suku, salah satunya adalah pendatang dari wilayah Mataraman seperti Ponorogo dan sekitarnya yang membawa seni reog.  “Dengan adanya Festival Reog ini, maka warga Jember dapat mengenal dan turut memiliki seni reog, sehingga tidak hanya milik suku Jawa tapi juga milik warga yang berlatar belakang Osing dan Madura,” imbuhnya.

Sementara itu ketua panitia Festival Reog se-Tapal Kuda 2014 Yuniansyah Surya menyampaikan, bahwa acara tersebut merupakan suatu bentuk apresiasi terhadap eksistensi kesenian Reog di Indonesia khusunya wilayah Jawa Timur bagian Timur atau sering disebut daerah tapal kuda. “Kami harap kegiatan ini dapat menanamkan kecintaan dan kebanggaan terhadap kebudayaan Indonesia, khusunya kesenian Reog,” ujarnya. Dirinya juga berharap acara ini dapat mengenalkan, melestarikan, dan mengembangkan kesenian Reog yang hidup di wilayah tapal kuda. Dalam Festival Reog se-Tapal Kuda 2014 diikuti oleh 10 peserta, 1 peserta dari Kota Probolinggo, 2 peserta Kabupaten Lumajang, 4 peserta Kabupaten Jember, dan 3 peserta Kabupaten Banyuwangi. (Mj/iim)

Leave us a Comment