P3GI Ajak Universitas Jember Kembangkan Penelitian Gula

Jember, 15 September 2016

            Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) mengajak Universitas Jember untuk mengembangkan penelitian mengenai gula. Tawaran ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Penelitian P3GI, Lilik Kusmiartono, saat bertemu dengan Rektor, Moh. Hasan, yang didampingi Ketua Lembaga Penelitian, Achmad Subagio, Ketua CDAST, Bambang Sugiharto, beserta para peneliti Universitas Jember di Gedung CDAST (14/9). Tawaran ini diajukan oleh P3GI mengingat Universitas Jember telah melaksanakan berbagai penelitian terkait gula dan tebu.

Menurut Lilik Kusmiartono, sebagai lembaga yang memiliki tugas mengatasi permasalahan gula di Indonesia, P3GI sadar tidak bisa berjalan sendiri. Pasalnya problema gula Indonesia sangat kompleks sehingga penanganannya memerlukan sinergi semua stake holder, termasuk Universitas Jember. Apalagi Universitas Jember memiliki keunggulan yang diharapkan bisa mendukung tugas-tugas P3GI. “Kami ingin ada kerjasama antara P3GI dengan Universitas Jember, harapannya kita dapat bersinergi dengan keunggulan masing-masing, sehingga mampu berkontribusi menyelesaikan permasalahan gula nasional,” ujar Lilik.

Tawaran P3GI mendapatkan sambutan positif dari Universitas Jember, seperti yang disampaikan oleh Rektor. Menurut Moh. Hasan, sebagai perguruan tinggi yang berada di wilayah agroindustri, riset-riset mengenai pertanian dan perkebunan menjadi salah satu perhatian Kampus Tegalboto. “Sudah banyak penelitian mengenai pertanian dan perkebunan, yang dilakukan para peneliti baik di fakultas, maupun yang difasilitasi oleh Lembaga Penelitian maupun CDAST. Misalnya saja riset mengenai tebu transgenik,” jelas Moh. Hasan. Selanjutnya Moh. Hasan, mengharapkan segera ada tindak lanjut dari pertemuan kali ini berupa MoU antara Universitas Jember dengan P3GI.

Sementara itu dalam sesi diskusi, Dian Tribuntari selaku Kepala bidang Usaha dan Pelayanan P3GI menjelaskan, salah satu masalah yang dihadapi oleh P3GI adalah kesulitan merekrut peneliti-peneliti muda, mengingat keterbatasan dana yang didapat dari APBN. “Berbeda dengan Universitas Jember yang memiliki banyak peneliti, baik yang bersumber dari dosen maupun mahasiswa,” kata Dian. Keterbatasan dana juga lah yang membuat P3GI tidak lagi leluasa melepaskan varietas tebu baru. Diskusi kemudian berlanjut antara peneliti Universitas Jember dengan koleganya dari P3GI. (lid/nis/iim)

Leave us a Comment