Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia, UNEJ Tanam Pohon Selasihan, Tanaman Khas Jember

Jember, 23 November 2015

            Mungkin tidak banyak yang tahu jika ternyata Jember memiliki tanaman khas, yakni pohon Selasihan (Cinnamomum parthenoxylon (Jack.) Meissn). Tanaman yang memiliki banyak kegunaan ini adalah pohon yang hanya tumbuh dengan baik di daerah Jember dan sekitarnya. Guna memperkenalkan dan mempopulerkan pohon Selasihan sekaligus memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang jatuh pada tanggal 28 November 2015, sivitas akademika Universitas Jember mengadakan kegiatan penanaman pohon Selasihan di kampus Tegalboto pada hari Selasa, 24 November 2015.

            Menurut ketua panitia kegiatan, Dr. Ir. Marga Mandala, MP., pihaknya sengaja memilih tanaman Selasihan sebagai tanaman yang ditanam dalam memperingati HMPI agar makin dikenal oleh khalayak luas. “Pohon Selasihan adalah tanaman khas Jember dan sekitarnya, walaupun bisa ditanam dan tumbuh di daerah lain, namun pohon Selasihan hanya tumbuh dengan baik di Jember dan sekitarnya. Pohon ini selain kayunya bermutu baik, bisa juga digunakan sebagai bahan aroma terapi, sayangnya belum banyak warga Jember yang tahu jika memiliki tanaman khas asli Jember,” jelas dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember ini.

            Masih menurut Dr. Ir. Marga Mandala, MP., selain menanam pohon Selasihan yang khas Jember, panitia juga akan menanam berbagai tanaman langka lainnya, antara lain pohon Kepel (Stelechocarpus burahol), yang menjadi lambang Pohon Persatuan dan Kesatuan. Pohon Kepel ditanam selain karena langka, juga sekaligus sebagai tetenger bahwa Universitas Jember berkomitmen menjadi Universitas Kebangsaan. Tanaman langka lain yang akan ditanam antara lain Gaharu, Dewandaru, Timoho, Wuni, Kemiri, Pronojiwo, Nogosari, Menyan, Duwet, Slorea, Pulai, Temurui dan Cendana.

            Rencananya ada 200 bibit tanaman langka dan 1000 bibit tanaman perkebunan yang akan ditanam di areal kampus Tegalboto. Penanaman bibit pohon ini, selain diharapkan akan menjadikan areal Universitas Jember lebih hijau, juga bertujuan mewujudkan kampus Tegalboto sebagai Kampus Kebun Raya. “Targetnya, tahun 2017 Kampus Tegalboto bakal menjadi Kampus Kebun Raya. Selain berfungsi sebagai daerah ruang terbuka hijau, paru-paru kota, dan areal tangkapan air, kami harapkan kampus Tegalboto menjadi wahana rekreasi edukatif bagi warga Jember dan sekitarnya,” tambah Dr. Ir. Marga Mandala, MP.

Tidak hanya menanam di areal kampus saja, Universitas Jember juga akan melakukan gerakan menanam pohon di berbagai daerah di Jember dan sekitarnya. Misalnya saja di Desa Sumber Salak, Kecamatan Ledokombo, akan ditanam 10.300 bibit tanaman yang terdiri dari bibit pohon Sengon, Klengkeng, Mangga, Jambu Merah. Universitas Jember juga akan menyebar dan menanam 30.000 bibit pohon di lokasi-lokasi dimana mahasiswa Universitas Jember melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

            Sementara itu, Kepala Humas dan Protokol Universitas Jember, Agung Purwanto menambahkan, selain berasal dari Universitas Jember, bibit pohon yang akan ditanam adalah hasil sumbangan dari mitra Universitas Jember. Mitra yang turut bergabung dlam kegiatan peringatan HMPI antara lain PT. Perhutani yang menyumbangkan bibit pohon Selasihan, sementara bibit pohon Kepel berasal dari Bank BRI Cabang Jember dan Balai Pengelolaan DAS Sampean. “Karena di bulan November ini juga memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional,  maka akan ada kegiatan pelepasan 51 burung kutilang dan tekukur sebagai simbol usia Universitas Jember yang tahun ini mencapai usia 51 tahun. Burung kutilang dan tekukur tersebut adalah sumbangan dari Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Wilayah III Jawa Timur,” kata Agung Purwanto. (iim)

1 Comment

  • Candra W. Wijaya
    Reply

    Beritanya tidak sesuai dengan judulnya.

Leave us a Comment