Najwa Shihab : Saya Bukan Artis !

Jember, 29 Agustus 2016

“Saya bukan artis, saya jurnalis” begitu jawaban tegas Najwa Shihab saat ditanya bagaimana rasanya menjadi host sebuah acara yang kemunculannya ditunggu-tunggu banyak pemirsa. Perempuan yang sudah menjadi jurnalis selama kurang lebih lima belas tahun ini meyakini kerjasama tim adalah yang utama dalam keberhasilan sebuah program talkshow. “Dalam sebuah acara yang merupakan hasil kerja jurnalistik, hal yang terpenting adalah beritanya bukan pembawa acaranya,” tutur Nana, panggilan akran Najwa Shihab.

 Saat berbicara dalam acara Meet And Greet Mata Najwa di Kampus Tegalboto (25/8), Nana berkisah bahwa dirinya sempat kaget saat mendengar saat sang anak bercita-cita ingin terkenal seperti sang mama. Dirinya tidak menyangkal jika keberhasilan acara Mata Najwa membawa konsekuensi kemasyhuran yang kadangkala malah jadi beban. “Membawakan sebuah acara yang membawa nama saya sendiri sudah menjadi beban berat, oleh karena itu kami di tim Mata Najwa berkomitmen menampilkan yang terbaik, karena kami sadar media massa memiliki pengaruh yang besar terhadap audiens,” jelasnya.

Salah satu yang terus dilakukan Nana dan tim adalah berusaha membedakan mana yang voice, dan mana yang noise. Langkah ini diambil agar program Mata Najwa tidak lantas sekedar jadi hiburan, namun harus memberikan efek bagi pemirsa dan pihak-pihak yang terlibat dalam setiap tema yang diangkat. “Memang, program Mata Najwa tidak jarang membuat banyak pihak gerah, bahkan marah. Tetapi program Mata Najwa juga banyak memberikan dampak positif. Misalnya saat kami mengangkat tema penegak hukum yang melakukan pelanggaran, belum lagi acara selesai, kami sudah mendapatkan telepon bahwa yang bersangkutan akan dikenai sanksi,” tutur Nana di hadapan mahasiswa Universitas Jember.

Putri kedua pakar tafsir Quraisy Shihab ini kemudian menceritakan perjalanannya menjadi jurnalis. “Saya dulu adalah seorang mahasiswi fakultas hukum Universitas Indonesia yang bercita-cita ingin bekerja dibidang hukum. Kalau tidak jadi jaksa, hakim, ya pengacara, bahkan saya juga belajar lama bagaimana menjadi seorang pengacara” katanya. Namun kemudian keinginannya untuk bekerja dibidang hukum berubah 180 derajat, hal itu terjadi setelah dirinya magang selama beberapa bulan di stasiun televisi swasta, RCTI, selama beberapa bulan. “Dari magang itulah kemudian saya merasakan kenyamanan bekerja sebagai seorang jurnalis. Dari situlah saya mulai banyak belajar tentang hal yang baru saya kenal namun saya merasakan kenyamanan didalamnya,” imbuhnya.

Oleh karena itu Nana berpesan kepada para ratusan mahasiswa untuk menemukan passion masing-masing, dan terus aktif di dalam setiap kegiatan mahasiswa.  “Jangan hanya puas belajar di kelas, karena diluar kelas jauh lebih banyak ilmu yang bisa dipelajari. Ingat menemukan passion tidaklah instan, karena passion bukan wahyu, passion adalah suatu hal yang sedikit demi sedikit ditekuti dan terus dikembangkan hingga akhirnya menemukan kenyamanan,” pungkasnya yang disambut gemuruh tepuk tangan para peserta yang hadir. Acara Meet And Greet Mata Najwa sore itu kemudian ditutup dengan pembacaan pesan Nana kepada seluruh mahasiswa Kampus Tegalboto. (iim/mun)

Catatan Najwa Untuk Mahasiswa Universitas Jember

Leave us a Comment