MINIMNYA PENYERAPAN TENAGA KERJA, PENYEBAB PENGANGGURAN DI INDONESIA

Jember, 11 Februari 2016.

Pengangguran kini masih menghantui Indonesia, termasuk di Jawa Timur. Salah satu permasalahan utama penyebab pengangguran adalah minimnya penyerapan tenaga kerja. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Drs. H. A. Halim Iskandar, M.Pd di hadapan wisudawan Universitas Jember periode III tahun akademik 2015/2016, sivitas akademika dan orang tua wisudawan Kamis (11/2). Pada periode kali ini, kampus Tegalboto meluluskan 800 sarjana dari seluruh fakultas dan program studi, dalam sebuah upacara yang dilaksanakan di Gedung Soetardjo.

                Halim Iskandar kemudian melontarkan fakta menarik terkait masalah pengangguran. Menurut politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa ini, ternyata lulusan SMK yang difokuskan pada pendidikan profesi justru menunjukkan tingkat pengangguran yang lebih tinggi dibandingkan dengan lulusan SD, SMP dan SMA. “Penyebab tingginya tingkat pengangguran lulusan SMK ini bisa jadi karena grand design kompetensi lulusan SMK belum dipersiapkan dengan baik. Oleh karena itu, pemerintah terus mengupayakan program untuk meminimalisir tingginya jumlah pengangguran, terutama dari lulusan SMK tersebut,” ujar Halim.

                Dari data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur Februari 2015, angkatan kerja di Jawa Timur mencapai 20, 69 juta orang. Dari jumlah angkatan kerja tersebut yang bekerja mencapai 19, 80 juta orang, sementara sisanya masih menganggur. Dari jumlah penganggur tesebut, 8,47 % adalah lulusan SMK. Sementara jumlah penganggur yang berpendidikan SMA sebanyak 6,59%, lulusan Diploma sebesar 6,17 % dan lulusan sarjana sejumlah 4,23%. Oleh karena itu, Halim lantas mengajak dunia pendidikan tinggi untuk turut serta bersinergi mengatasi masalah pengangguran. Sumbangan dunia pendidikan tinggi yang diharapkan antara lain merumuskan kembali grand design untuk SMK, agar lulusannya bisa terserap oleh dunia kerja.

Dalam orasi ilmiahnya, Ketua DPRD Jawa Timur juga menyodorkan konsep tetrapartite sebagai penyempurnaan dari konsep tripartite yang selama ini dikenal di dunia kerja. Jika konsep tripartite hanya melibatkan perusahaan, pemerintah dan serikat buruh, sebagai unsur penyokongnya, maka dengan pelibatan pendidikan tinggi diharapkan akan mampu menyempurnakan sinergi yang telah ada. “Misalnya saja lembaga pendidikan tinggi seperti Universitas Jember yang memiliki banyak pakar, bisa menjadi mediator jika terjadi perselisihan antara perusahaan dan karyawan,” kata Halim.

Sementara itu dalam pidato wisudanya, Rektor Universitas Jember menyampaikan jika wisuda kali ini tergolong istimewa, pasalnya dari 800 wisudawan, 101 orang lulus tepat waktu, 36 wisudawan lulus dengan pujian (cum laude), dan yang lebih spesial 54 wisudawan dari Fakultas Kedokteran lulus kurang dari empat tahun. Bahkan salah satu lulusan Fakultas Kedokteran atas nama Rizka Kartikasari lulus dengan IPK 3,97. “Saat ini Indonesia memasuki era Masyarkat Ekonomi ASEAN, maka sudah menjadi keharusan untuk meningkatkan potensi diri karena dalam MEA kita bersaing dengan warga ASEAN lainnya,” kata Moh. Hasan.

Berikut jumlah wisudawan yang dilantik sebagai ahli madya, sarjana dan magister dalam upacara wisuda periode III tahun akademik 2015/2016 :

No Fakultas / Program Studi S3 S2 S1 S0 Jumlah
1. Fakultas Hukum 1 45 46
2. FISIP 67 13 80
3. Fakultas Pertanian 3 39 42
4. Fakultas Ekonomi 3 111 10 124
5. FKIP 128 128
6. Fakultas Sastra 2 57 59
7. Fakultas Teknologi Pertanian 30 30
8. Fakultas Kedokteran Gigi 15 15
9. FMIPA 6 63 69
10. Fakultas Kedokteran 54 54
11. Fakultas Kesehatan Masyarakat 24 24
12. Fakultas Teknik 61 5 66
13. Fakultas Farmasi 24 24
14. Prodi. Ilmu Keperawatan 15 15
15. Prodi. Sistem Informasi 24 24
JUMLAH 0 15 757 28 800

Wisudawan berprestasi

  1. Galuh Diwasasri, S.Pd., M.Li . IPK 3, 86. Program Studi Magister Ilmu Linguistik, Fakultas Sastra.
  2. Rizka Kartikasari, S.Ked. IPK 3, 97. Fakultas Kedokteran.
  3. Fairuriza Qolbiatul Mukarromah, A.Md. IPK 3, 58. Diploma Usaha Perjalanan Wisata, FISIP .(lida/dian).

Leave us a Comment