Menteri Tenaga Kerja Resmikan Pusakahati Fakultas Hukum, Universitas Jember

Pusakahati_UNEJ

Jember, 4 Agustus 2017

Menteri Ketenagakerjaan RI, Hanif Dakhiri meresmikan Pusat Kajian Hubungan Industrial (Pusakahati) Fakultas Hukum Universitas Jember (4/8). Dalam sambutannya, Hanif Dakhiri mengapresiasi langkah Fakultas Hukum mendirikan Pusakahati, pasalnya di negara-negara maju kini ada istilah tripartit plus dalam dunia ketenagakerjaan, yakni pengusaha-pekerja-pemerintah dan perguruan tinggi. Dirinya berharap pendirian Pusakahati dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia ketenagakerjaan Indonesia, apalagi saat ini dunia kerja dihadapkan dengan perkembangan teknologi informasi yang mengubah peta ketenagakerjaan.

Pusakahati_UNEJ

“Perkembangan teknologi informasi memberikan manfaat bagi dunia industri karena memunculkan efektivitas dan efisiensi, tapi di pihak lain berpotensi mengubah karakter pekerjaan. Contohnya makin banyak perusahaan besar yang tidak peduli terhadap latar belakang pendidikan calon pekerjanya, tetapi yang dibutuhkan adalah kompetensinya. Untuk itu input pekerja harus diperbaiki, maka di sinilah perguruan tinggi berperan mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten sesuai tuntutan pasar. Belum lagi makin banyak pekerjaan yang bakal digantikan dengan teknologi artificial intellegence ,” jelasnya.

Hanif Dhakiri lantas mencontohkan perbandingan kondisi antara Indonesia dengan China. “Di China yang jumlah penduduknya 1,4 milyar memiliki dua ribuan perguruan tinggi, sementara kita memiliki empat ribuan perguruan tinggi. Artinya jumlah lulusan perguruan tinggi dengan kesempatan kerja tidak berimbang. Data Kemenaker, hanya empat dari sepuluh lulusan perguruan tinggi yang bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Oleh karena itu perguruan tinggi dituntut mempersiapkan lulusannya agar memiliki kompetensi yang sesuai tuntutan dunia kerja. Semoga dengan berdirinya Pusakahati memberikan sumbangan nyata bagi hubungan industrial,” kata politikus asal Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Sebelumnya, Aries Hariyanto, Ketua Pusakahati menjelaskan, pendirian pusat kajian ini memiliki dua tujuan. Pertama tujuan akademis, yakni sebagai pusat penelitian dan dokumentasi mengenai hubungan industrial khususnya di Jember dan daerah sekitarnya, memberikan sumbangan kajian ilmiah, serta memfasilitasi para mahasiswa S1, S2, dan S3 yang akan menyelesaikan tugas akhir. “Sementara untuk tujuan praktis, kami berharap Pusakahati menjadi tempat konsultasi mengenai masalah-masalah hubungan industrial bagi pengusaha, pekerja, pemerintah dan praktisi hukum. Membantu penyelesaian konflik, menyelenggarakan pelatihan dan sosialisasi terkait undang-undang dan peraturan di bidang ketenagakerjaan dan hubungan industrial,” jelas dosen yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Hukum ini.

            Sementara itu Nurul Ghufron, Dekan Fakultas Hukum menambahkan, pendirian Pusakahati tidak hanya bagi dosen dan mahasiswa Fakultas Hukum saja, namun terbuka untuk kolaborasi dengan pihak lain. “Konflik ketenagakerjaan dan konflik hubungan industrial itu adalah hasil dari sebuah proses panjang, dan biasanya kami yang mempelajari hukum lebih banyak terlibat di sisi sengketanya. Oleh karena itu, Pusakahati terbuka untuk kerjasama dengan pihak lain, misalnya dengan kawan-kawan dari Fakultas Ekonomi untuk kajian di bidang pengupahan, dengan kawan-kawan di Fakultas Kesehatan Masyarakat untuk kajian di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jangan lupa kajian mengenai ketenagakerjaan dan hubungan industrial harus dilakukan secara holistik,” ungkapnya.

            Pendirian Pusakahati juga disambut baik oleh Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember. Pasalnya Jember dan daerah sekitarnya memiliki banyak perusahaan perkebunan dan pertanian, yang tentunya memiliki problem ketenagakerjaan dan hubungan industrial yang berbeda dengan daerah lain, sehingga perlu perhatian khusus. “Semoga dengan berdirinya Pusakahati, makin membuktikan manfaat nyata keberadaan Universitas Jember bagi masyarakat, khususnya di daerah Jember dan sekitarnya,” pungkas Moh. Hasan. Acara dihadiri oleh peserta yang terdiri dari perwakilan pemerintah, kalangan pengusaha, serikat pekerja, akademisi, pemerhati ketenagakerjaan dan kalangan lembaga swadaya masyarakat. (iim)

Blog Attachment