Kemensos Gandeng Perguruan Tinggi Tanggulangi Masalah Sosial

Jember, 18 April 2016.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak dunia perguruan tinggi, khususnya Universitas Jember, turut aktif menanggulangi masalah sosial. Salah satunya dengan cara mengintegrasikan program Kementerian Sosial dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh mahasiswa. Pernyataan ini disampaikan Menteri Sosial dalam orasi ilmiahnya di hadapan sivitas akademika dan wisudawan Universitas Jember dalam upacara wisuda periode IV tahun akademik 2015/2016 di Gedung Soetardjo kampus Tegalboto (18/4).

Dalam orasinya, Khofifah menjelaskan, salah satu tugas institusi pendidikan tinggi adalah memberikan penyadaran kepada masyarakat khususnya masyarakat di tingkat bawah dengan modal ilmu pengetahuan yang dimiliki. “Jika memang hal ini dapat diwujudkan, maka perguruan tinggi benar-benar dapat menjadi sinar penerang bagi masyarakat,” ujar menteri asal Surabaya ini. Khofifah kemudian mengingatkan jika selama ini sudah banyak kajian yang dilakukan di dunia perguruan tinggi, namun masih minim aksi nyata. Oleh karena itu, kerjasama antara eksekutif sebagai penenetu kebijakan, dunia perguruan tinggi dan masyarakat menjadi keharusan.

Ditemui seusai memberikan orasi ilmiah, Khofifah kemudian menjelaskan program  Kementerian Sosial yang sudah menggandeng 15 perguruan tinggi, termasuk Universitas Jember, untuk menanggulangi beragam masalah sosial. Program ini nantinya akan melibatkan mahasiswa yang melakukan program KKN. “Misalnya kita melibatkan mahasiswa peserta KKN untuk merenovasi rumah tidak layak huni, membangun fasilitas kesehatan seperti MCK dan program lainnya. Nanti kita tentu juga melibatkan pemerintah daerah setempat, terutama dalam pendanaannya,” jelas Khofifah.

Khofifah yang kehadirannya di kampus Tegalboto didampingi Bupati Jember, dr. Faida, M.MR dan Wakil Bupati Jember, Drs. KH. Muqit Arief, lantas mencontohkan masalah nelayan di Kecamatan Puger, Jember yang masih dibelit kemiskinan. “Mengapa cold storage di Puger tidak jalan ? Pemanfaatan hasil tangkapan belum maksimal ? Nelayan masih terbelit rentenir ,” tanya Khofifah memberikan contoh nyata. Menurutnya kerjasama antara Kemensos, Pemkab Jember dan Universitas Jember diharapkan akan mampu menanggulangi beragam masalah sosial.

Sementara itu sebelumnya, kepada lulusan Universitas Jember, Menteri Sosial berpesan agar siap menghadapi era pasar bebas. “Masyarakat Ekonomi ASEAN sudah berjalan, begitu pula dengan Trans Pacific Partnerships, maka tenaga kerja yang berkualitas dan kreatif yang akan memenangi persaingan. Sudah tidak jamannya lagi mengandalkan tenaga kerja denan upah murah atau hanya bersandar kepada sumber daya alam,” kata Khofifah.

Pada wisuda periode IV tahun akademik 2015/2016 ini, Universitas Jember mewisuda 800 lulusannya yang terdiri dari 39 lulusan Pascasarjana, 704 lulusan sarjana dan 57 lulusan diploma. Upacara wisuda dipimpin langsung oleh Rektor, Moh. Hasan. Tampil sebagai wisudawan berprestasi adalah Umi Farichah Bascha, S.E., M.M. dengan IPK 3,91 dari Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi. Maya Umi Hajar, S.Pd dengan IPK 3,89 dari Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, serta Bayu Alam Karunia, A.Md. dengan IPK  3,68 dari  Program Studi Diploma Usaha Perjalanan Wisata, FISIP. (iim)

Leave us a Comment