Membina Keakraban Dengan Buka Bersama

Jember, 3 Juli 2015

Kegiatan buka puasa bersama tampaknya sudah menjadi tradisi pada banyak kalangan. Mulai dari buka bersama keluarga besar, kawan, kolega ataupun grup komunitas tertentu. Seperti halnya acara buka puasa bersama yang digelar oleh Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Jember, (3/7)

Dalam acara buka puasa bersama ini mengambil tema “Dengan Buka Bersama Kita Jalin Keakraban.” “Karena buka puasa bersama ini merupakan momen untuk menyambung tali silaturahmi sesama keluarga besar Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember,” ujar Sekretaris II PSIK, Murtaqib, S.Kep.M.Kep, saat memberikan sambutan.

Dalam sambutannya itu Murtaqib, S.Kep.M.Kep juga mengajak kepada semua elemen yang ada di PSIK untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. “Karena bulan ini adalah bulan suci dimana sholat kita, puasa kita, Zakat kita semua amal ibadah kita pahalanya di tingkatkan sampai 700 kali,” imbuhnya.

Selain itu, pria yang akrab disapa Murtakib ini berharap kegiatan buka bersama bisa menjadi agenda tahunan. Dia juga sangat mengapresiasi kepada mahasiswa yang telah menyusun beragan agenda di bulan Romadhon.

“Ada Sholat Duhur berjamaah dilanjutkan kultum dan pembacaan Kitab Suci Alquran 2 juz, buka bersama, pengumpulan Zakat Fitrah, peringatan Nuzulul Qur’an serta nanti selepas lebaran Halal Bi Halal,” pungkasnya.

Sementara itu Ahmad Satar panitia pelaksana kegitan mengatakan, buka puasa bersama merupakan ajang bertemunya seluruh karyawan staf dosen, Staf Administrasi, Teknisi dan Mahasiswa. “Ya ini kan juga sekalian ajang silaturahmi seluruh keluarga besarnya PSIK Unej,” paparnya.

Dalam kesempatan ini juga  menghadirkan Ustat Abdul Qofur untuk memberikan siraman rokhani. Ustad yang lebih akrab disapa ustat Agus ini menyampaikan ceramah dengan judul “Hikmah dan Manfaat Mempalajari Al-Quran dan Menyambung Silaturahmi.”

“Banyak hadist dan ayat yang menyatakan keutamaan silaturahmi, diantaranya hasist Bukhari  yang artinya, Seorang yang menyambung silahturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silahturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain,” papar ustad dari Yayasan Ibnu Katsir ini. (Satar/Mj)

Leave us a Comment