Membangun Nilai-nilai Nasionalisme Dalam Kebhinekaan Indonesia Melalui Pendidikan

FKIP1_UNEJ

Jember, 2 September 2017

Pendidikan dipercaya menjadi salah satu alat utama untuk membangun nilai-nilai nasionalisme. Sadar akan pentingnya hubungan antara pendidikan dan nasionalisme, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menggelar seminar nasional bertema “Membangun Nilai-nilai Nasionalisme Dalam Kebhinekaan Indonesia Melalui Pendidikan” dengan menghadirkan para pembicara, Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember. Romo FX. Mudji Soetrisno, SJ., rokhaniawan sekaligus budayawan, serta Dr. Ali Masykur Moesa, Ketua Ikatan keluarga Alumni Universitas Jember (Kauje). Seminar ini dilaksanakan di gedung Soetardjo, sementara untuk seminar paralel digelar di kampus FKIP (2/9).

FKIP1_UNEJ

Dalam pemaparan materinya, Moh. Hasan, menegaskan bahwa perbedaan adalah sunnatullah yang wajib diterima.  “Bangsa kita terdiri dari 417 suku, lebih dari seribu bahasa lokal/daerah, dengan 17 ribu lebih pulau di Indonesia, fakta ini adalah potensi sekaligus tantangan bagi bangsa Indonesia. Semua elemen bangsa termasuk mahasiswa harus memahami dan menyadari keanekaragaman bangsa ini. Maka kemudian pendidikan menjadi kekuatan untuk membangun nilai-nilai nasionalisme dalam kebhinekaan yang ada di Indonesia. Oleh karena itu mahasiswa FKIP sebagai calon pendidik memiliki peran penting untuk mengajarkan nilai-nilai nasionalisme dan kebhinekaan kepada peserta didiknya,” tutur Rektor Universitas Jember ini.

Moh. Hasan lantas menambahkan, diakui atau tidak, Indonesia sebagai bangsa yang multikultural, menyisakan permasalahan yang bersifat kompleks yakni politisasi SARA dan kesenjangan ekonomi.  “Salah satu solusi adalah memosisikan pendidikan multikultural sebagai agenda strategis bangsa untuk menyiapkan generasi bangsa yang bersifat toleran, penuh solidaritas, inklusif, dan adanya kesediaan bekerjasama antarkelompok bangsa. Di sisi lain, kompleksitas persoalan bangsa itu membutuhkan pendekatan integralistik di mana segala aspek perlu berjalan sinergis dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Selain mendapatkan materi dari ketiga pemateri, para peserta kegiatan juga memaparkan makalah yang meliputi peran pemerintah dalam membangun pendidikan, problematika pendidikan dalam membangun nilai-nilai nasionalisme, inovasi media pembelajaran dalam membangun jiwa nasionalisme dan tema lainnya. Kegiatan diikuti oleh 829 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Diantaranya adalah Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Darussalam Gontor, UNP Kediri, Universitas Negeri Malang, IAIN Jember, dan perguruan tinggi lainnya. (lid)

Blog Attachment