Membangun Masyarakat Sadar Imunisasi Melalui Z-ACI

Jember, 25 Agustus 2014

UntitledKetua Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Jember Lantin Sulistyorini, S.Kep., Ners., M.Kes.  resmikan program program Zona Aku Cinta Imunisasi (Z-ACI) di Kecamatan Silo (22/8). Program ini digagas oleh para mahasiswa PSIK yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) bidang pemberdayaan kesehatan masyarakat.

Dalam sambutannya Ns. Lantin Sulistyorini. S.Kep.M.Kes menyampaikan, dia sangat mendukung program Z-ACI. Karena menurutnya program tersebut menyentuh masyarakat akan kesadaran kesehatan anak khususnya imunisasi DPT ((Difteri Pertusis Tetanus) yang diberikan pada balita agar mereka kebal terhadap penyakit difteri.

Lantin menambahkan, balita sangat rentan sekali terserang penyakit seperti halnya Difteri (radang tenggorokan), Pertusis (radang paru). Selain itu balita juga rawan terkena penyakit Tetanus atau yang lazim dikenal dengan penyakit kejang otot seluruh tubuh dengan mulut terkancing tidak bisa dibuka. “Kami merasa bangga dengan para mahasiswa program KKN PPM, imunisasi khususnya DPT adalah hal yang sangat penting agar saat dewasa kelak meraka kebal terhadap penyakit” papar Lantin.

Hadir pula dalam acara camat dari kecamatan Silo Mahfud Jaja, SH, MSi beserta kepala Desa Silo, Desa Pace, Desa Karangharjo, dan Desa Harjomulyo serta masyarakat dari 4 desa tersebut. Dalam sambutannya Mahfud berterimakasih kepada para mahasiswa atas program pembelajaran dan pemberdayaan yang telah dilakukan.

”Sekarang masyarakat kami terutama dari Desa Silo, Desa Pace, Desa Karangharjo, dan Desa Harjomulyo mulai sadar pentingnya imunisasi,” tutur Mahfud. Menurutnya, sebelumnya masyarakat enggan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan anaknya ke Posyandu setempat namun sekarang mereka mulai mau datang ke Posyandu.

Senada dengan Mahfud, Kartono kepala desa Harjomulyo dia berterimakasih dan mengaku sangat terkesan dengan apa yang telah dilakukan oleh para mahasiswa program KKN PPM. Menurutnya mereka mampu memanfaatkan kearifan lokal berupa pengajian rutin yang ada dimasyarakat dalam melakukan penyuluhan kesehatan sehingga sangat efektif dan efisien.

“Penyuluhan yang dilakukan pada komunitas pengajian cukup bagus, dalam waktu yang relative singkat masyarakat sudah pada tau tentang pentingnya menjaga kesehatan anak melalui imunisasi” ujar Kartono.

Andi Susanto ketua panitia menuturkan, sebelum Z-ACI diresmikan sebagai program unggulan dalam pemberdayaan bidang kesehatan telah dilakukan pelatihan untuk mejadi kader posyandu, dan KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) secara individu, kelompok dan masal yang terkait permasalahan posyandu dan imunisasi. “Selama 2 bulan kami melatih beberapa warga untuk dari desa Desa Silo, Desa Pace, Desa Karangharjo, dan Desa Harjomulyo untuk menjadi kader Posyandu agar bisa membantu warga yang lain secara mandiri” ujar Andi.

Leave us a Comment