Memandirikan Desa Lewat Internet

Jember, 5 November 2015

Dengan berkembangnya teknologi informasi (TI), khususnya makin luasnya akses internet, sudah saatnya pengelolaan pemerintahan desa lebih transparan. Melalui website desa online, diharapkan masyarakat bisa mengkses bergam informsai mengenai perencanaan pembangunan desa, pelaporan anggaran desa, dan sebagainya.hal itu disampaikan oleh Septriana Tangkary, Direktur Pemberdayaan Informatika Direktorat Pemberdayaan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatik(kominfo) saat menjadi pembicara dalam Seminar Sistem Informasi Desa di Gedung Soetardjo Universita Jember (UNEJ) kemarin (5/11).Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh kepaladesa bersama operator desa se-Kabupaten Jember serta kepala UPT TI Unej dan gedhe foundation.

Seminar tersebut dimaksudkan memberikan pemahaman tentang pengelolaan cdesa online.Sebab,di Jember sudah ada peraturan bupati (perbup) desa online.

Septriana mengatakan,system informasi desa diatur dalam UU No 6 tahun 2014 tentang Desa.Aturan tersebut terangkum dalam pasal 86 tentang system informasi pembangunan desa dan pembangunan kawasan desa.

Menurut dia,desa berhak mendapatkan akses informasi melalui sistem informasi desa yang dikembangkan oleh pemerintah daerah.Pemerintah daerah juga wajib mengembangkan system informasi desa dan pembangunan kawasan pedesaan.”Sistem informasi desa meliputi fasilitas perangkat keras dan perangkat lunak,jarinagn,serta sumber daya manusia,”terangnya.

Untuk membuat system informasi desa,kata dia,dibutuhkan data kependudukan,kemiskinan,potensi desa,mitigasi berencana,pemetaan atau tata ruang serta perencanaan dan keuangan.

Manfaat website desa adalah untuk memberikan kemampuan desa bercerita dan bersuara.Kemudian,memberikan informasi dengan cepat,dan sebagai sarana menyerap aspirasi masyarakat.”selain itu,program kerja dasar dapat diketahui masyarakat atau transparansi,”tandasnya.

Sementara itu, Rektor Unej Moh. Hasan menjelaskan, Unej memiliki kemampuan untuk menyediakan server bagi setiap desa untuk membuat website online. Sehingga, bisa menampung desa online dengan dot.id.” jadi datanya dot.id hanya berputar di Indonesia, kalau dot.com berputar ke luar negeri dulu, “paparnya.

Selama ini, tambah Hasan, sudah ada beberapa lembaga yang menggunakan server Unej, seperti Universitas Islam Jember.”Dengan kemampuan 400 tera, Unej bisa menampung 226 desa di Jember,”ungkapnya.

Namun, menurut rektor, Unej akan menyediakan wadah bagi 100 desa yang berminat. Sehingga, jika berjalan bisa diikuti oleh desa yang lain.”Biar ada kompetesI,” ujarnya. Unej, kata dia, juga siap dengan relawan TI yang akan dikirim untuk memberikan pemahaman pada operator desa. Merek akan mendampingi aparat desa agar melek teknologi. (mj)

Leave us a Comment