Masyarakat Wajib Perhatikan Kehalalan Kosmetika

Jember, 19 Agustus 2016

Masyarakat, khususnya kalangan Muslim wajib memperhatikan kehalalan kosmetika yang dipakai. Peringatan ini disampaikan Prof. Bambang Kuswandi, PhD., pakar biosensor dari Fakultas Farmasi Universitas Jember saat memberikan materi dalam seminar nasional bertajuk Beauty and Healthy Skin With Safe Cosmetics (19/8). Menurut Bambang Kuswandi, ada tiga prinsip dalam memilih kosmetika, yakni keamanan, kehalalan, dan ramah lingkungan.

Menurut Bambang Kuswandi, halal dalam kosmetika artinya tidak mengandung bahan yang berasal dari babi, bahan rekayasa genetis, dan alkohol. “Bahan tidak halal dalam kosmetik bisa berupa produk turunan lemak babi yang dipakai dalam produk perawatan kulit, ekstrak plasenta dalam produk anti penuaan, atau alkohol dalam parfum,” kata Bambang di hadapan peserta seminar yang dilaksanakan di aula Gedung Soerachman. Seminar yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Kimia “Zirkonia” FMIPA Universitas Jember ini dihadiri oleh para mahasiswa jurusan Kimia yang berasal dari perguruan tinggi yang ada di Jawa Timur, Bali dan NTB.

Bambang Kuswandi yang menyampaikan materi berjudul Halalan-Toyyiban, Concept in Cosmetics : An Analytical Approach, kemudian menyampaikan perlunya dibangun sistem produksi kosmetika halal, mengingat penduduk Indonesia masyoritas adalah Muslim. “Sistem  ini meliputi pengawasan dari hulu ke hilir, dari penyiapan bahan mentah hingga distribusinya harus dipastikan semuanya telah melalui proses yang terjamin kehalalanya,” tambah guru besar yang aktif meneliti biosensor, termasuk sensor untuk mengetahui kehalalan sebuah produk ini.

Sementara itu, dalam sambutannya, Rusli Hidayat, Pembantu Dekan III FMIPA Universitas Jember, menegaskan kembali arti pentingnya seminar kali ini. Menurutnya, sebagai negara yang mayoritas warga negaranya adalah muslim, maka tentu perlu dipertimbangkan asal bahan kosmetik yang digunakan sudah halal atau belum. “Selain itu, saat ini kosmetik tidak hanya dipakai oleh kalangan perempuan, tapi juga oleh kaum pria. Jadi masyarakat wajib tahu akan kehalalan kosmetik yang dipakai,” ujarnya.

Selanjutnya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan Musyawarah Wilayah Mahasiswa Kimia se Jawa, Bali dan NTB. Tiga hari ke depan, para peserta akan membahas program kerja di Hotel Rembangan, Jember. peserta yang hadir antara lain perwakilan dari UIN Malik Ibrahim Malang, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Airlangga, Institut Teknonologi Sepuluh November, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Mataram, Universitas Banyuwangi, IKIP Mataram, Universitas Udayana, dan tuan rumah Universitas Jember. (lid)

Leave us a Comment