Mahasiswa FTP Universitas Jember Study ke Luar Negeri

Jember, 17 Maret 2014

Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember kirim empat orang mahasiswanya ke luar negeri. Hal ini merupakan implementasi dari kerjasama akademik FTP dengan beberapa universitas yang ada diluar negeri. Dr. Yuli Witono STP.,M.P. melepas secara langsung keberangkatan keempat mahasiswa tersebut bersamaan dengan acara pelepasan para yudisi yang berjumlah 65 orang dengan tiga mahasiswa cumlaude.

Sabrina Ariandhani dan Ayu Mayzuhroh akan diberangkatkan menuju Rajamangala University of Technology Thanyaburi (RNUTT) Thailand 28 maret mendatang. Afan Bagus akan diberangkatkan menuju  Kyungpook National University (KNU) Korea Selatan. Mereka bertiga akan melakukan penelitian ditempat masing-masing selama kurang lebih 5 bulan. Sedangkan Rosyid Ridho akan berangkat menuju kota Hiroshima Jepang untuk melakukan persentasi ilmiah selama empat hari.

Dalam acara pelepasan Dr. Yuli menyampaikan, pengiriman ketiga mahasiswa ke KNU dan RNUTT merupakan wujud implementasi dari MoU yang telah dilakukan sejak tahun lalu. Dengan adanya kerjasama itu mahasiswa FTP tidak hanya bisa melakukan penelitian bersama di sana namun juga bisa mengambil kuliah yang nilainya juga diakui oleh kurikulum yang ada di FTP.

Menurut Dr. Yuli pengiriman mahasiswa keluar negeri dalam rangka joint research merupakan hal yang pertama kali dilakukan. Adanya program joint research ini akan memberikan wawasan internasional bagi para mahasiswa. Lebih jauh Yuli menjelaskan, FTP kini terus supaya lebih akseleratif setidaknya capaian prestasi akademik nantinya berada sejajar dengan kampus-kampus yang serumpun dengan Indonesia.

“Program joint research ini akan memberikan pengalaman tersendiri dan dapat meningkatkan kepercayaan diri yang tinggi dan sekaligus sebagai jendela untuk membuka kerjasama yang lain agar capaian akademik kami semakin bagus,” ungkap Yuli.

Ayu Mayzuhroh tidak menyangka bahwa dirinya terpilih untuk diberangkatkan ke Thailand. Dia berhasil mengalahkan puluhan teman-temannya yang sama-sama ikut seleksi yang sangat ketat. Karena selain harus menguasai Bahasa Inggris yang bagus nilai akademik juga harus diatas rata-rata. Selain itu juga harus sudah melakukan penelitian awal untuk kemudian disempurnakan di Thailand. “Saya hamper tidak percaya bahwa saya dan Sabrina terpilih, Alhamdulillah,” ungkap Ayu sambil matanya berbinar.

Riyani ibunda dari Sabrina mengaku sangat berbahagia sekali karena anaknya terpilih sebagai mahasiswi yang akan berangkat ke Thailand. Dian mengaku akan mendukung secara penuh terkait kepentingan akademik yang dibutuhkan. “Saya dan suami merasa sangat bersukur sekali karena anak kami terpilih dan kami siap mendukung secara penuh untuk itu,” ungkapnya. (Mj)

Leave us a Comment