Masa Tunggu Lulusan FKIP Universitas Jember Berkisar Enam Sampai Delapan Bulan

Jember, 03 Februari 2016

Mungkin belum banyak yang tahu jika masa tunggu lulusan sebuah program studi turut mempengaruhi akreditasi sebuah program studi. Maka tidak heran jika setiap program studi akan berusaha membekali lulusannya tidak saja dengan basic keilmuan sesuai bidangnya, namun juga dengan ketrampilan lainnya. Tujuannya agar semua lulusan bisa diserap oleh pasar kerja. Usaha ini juga ditempuh oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember.  “Dari data yang ada, rata-rata masa tunggu lulusan kami berkisar enam hingga delapan bulan,” jelas Pembantu Dekan I FKIP Universitas Jember, Dr. Sukatman, M.Pd saat ditemui di ruang kerjanya (2/2).

Mengacu kepada standar penilaian Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT), masa tunggu enam hingga delapan bulan ini masih tergolong baik. Apalagi jika ditambah dengan kesesuaian antara ilmu yang ditekuni dengan pekerjaan yang digeluti. “Masa tunggu lulusan yang baik ini berkontribusi kepada akreditasi program studi, termasuk akreditasi A yang diperoleh Program Studi Pendidikan Matematika baru-baru ini,” tambah Dr. Sukatman, M.Pd. Untuk diketahui, berdasarkan surat keputusan BAN-PT nomor 1262/SK BAN-PT/Akred/S/XII/2015, Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Jember kini berakreditasi A.

Tidak hanya berkecimpung di dunia pendidikan atau berprofesi sebagai guru, ternyata banyak juga lulusan FKIP yang berkiprah di luar bidang pendidikan. Menurut pembantu Dekan I FKIP Universitas Jember, khusus untuk lulusan program Studi Pendidikan Matematika, selain menjadi guru, banyak juga yang bekerja di bidang lain yang tidak terkait dengan bidang pendidikan. “Tidak hanya menjadi guru mereka juga banyak yang bekerja di instansi pemerintah nonpendidikan ataupun di perusahaan swasta, khusus untuk lulusan Program Studi Pendidikan Matematika banyak juga yang bekerja di sektor keuangan perusahaan dan perbankan,”  kata Dr. Sukatman, M.Pd.

Menurutnya, mahasiswa FKIP Universitas Jember tidak hanya hanya dibekali dengan kompetensi bidang kependidikan, namun juga dibekali dengan kompetensi tambahan. Mereka juga dibekali dengan manajemen keuangan, pembuatan media pembelajaran yang bagus dan mereka juga diwajibkan menempuh matakuliah kewirausahaan yang mendidik mereka untuk menjadi seorang pengusaha. “Bekal kompotensi itulah yang kemudian membantu para lulusan FKIP Universitas Jember dalam bersaing dalam mencari kerja. Bagi mereka yang guru misalnya, mereka harus mampu membuat media pembelajaran yang bagus dan menarik sehingga siswa tidak bosan dalam pembelajaran” urai Dr. Sukatman, M.Pd lagi.

Mempersiapkan lulusan untuk bersaing di dunia kerja, apalagi di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) seperti saat ini sudah menjadi program di FKIP Universitas Jember. Pembantu Dekan I FKIP menambahkan, program yang dicanangkan dan sudah berjalan adalah  membuka kelas unggulan dengan model pembelajaran bilingual. “Sementara ini baru Program Studi Pendidikan Matematika yang menjalankan, sementara jurusan yang lain akan segera mengikuti. Hal ini semata-mata dilakukan agar lulusan kita mampu bersaing dengan warga ASEAN lainnya,” imbuh Dr. Sukatman, M.Pd yang sehari-harinya adalah dosen di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini menyampaikan.

Dr. Sukatman, M.Pd lantas menyampaikan keyakinannya bahwa lulusan FKIP pada khususnya, dan Universitas Jember pada umumnya akan mampu bersaing di era MEA. Keyakinan ini dilandasi pengalaman para dosen dan mahasiswa kampus Tegalboto saat berinteraksi dengan koleganya dari sesama negara ASEAN. “Karya tulis dan penelitian dosen serta  mahasiswa kita tidak kalah dengan dosen dan mahasiswa negara anggota ASEAN lainnya. Tinggal meningkatkan kualitas penguasaan bahasa, tidak hanya bahasa Inggris tapi jika perlu bahasa negara anggota ASEAN lainnya,” pungkasnya. (iim/mun)

Leave us a Comment