Mahasiswa KKN Universitas Jember, Bantu Kembangkan Produk Unggulan Desa

KKN_UNEJ-630x330px

Jember, 21 Februari 2017

KKN2_UNEJMahasiswa peserta program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode I tahun akademik 2016/2017 Universitas Jember turut membantu mengembangkan produk unggulan desa-desa di Jember. Produk yang dikembangkan antara lain tape ubi dari Desa Garahan, Banana Cake dan stik kopi dari Desa Silosanen, kripik pisang asal Desa Mojobengi, kripik talas produk Desa Pocangan, serta opak yang merupakan camilan khas Desa Arjasa. Bantuan yang diberikan mulai menyediakan sarana dan prasarana, bimbingan teknis, desain kemasan hingga membantu pemasaran produk.

Menurut Honest Dody Moelasy, salah seorang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, langkah mengembangkan produk unggulan desa dimulai dengan mengidentifikasi potensi masing-masing desa, mencari teknologi tepat guna, merancang kemasan serta mencari peluang pemasaran. “Contohnya, Desa Silosanen yang sudah dikenal sebagai produsen pisang dan kopi, oleh karena itu mahasiswa mencoba mengolah pisang menjadi Banana Cake, dan camilan stik kopi yang menarik sehingga ada nilai tambah,” ujar Honest saat ditemui di kampus FISIP Universitas Jember (21/2).

Dosen jurusan Hubungan Internasional ini lantas menambahkan, program pengembangan produk unggulan desa ini dapat menjadi sarana menumbuhkan daya kreativitas mahasiswa, misalnya jika selama ini tape berasal dari singkong, kini muncul produk tape dari bahan ubi jalar yang idenya dari mahasiswa peserta KKN. “Harapannya, produk-produk unggulan desa tadi bakal mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga mampu mengurangi angka kemiskinan,” ujar Honest yang menggandeng Kementerian Sosial RI dalam pelaksanaannya.

Tidak hanya membantu pengembangan produk, para mahasiswa juga membantu pemasaran produk unggulan tadi. Salah satunya dengan bekerjasama dengan toko oleh-oleh khas Jember, Pundhi Male yang ada di bilangan jalan Gajah Mada Jember. “Dengan menggandeng pihak Pundhi Male, masyarakat  dapat memperoleh produk-produk tadi dengan mudah,” kata Honest lagi. Pemilik Toko Pundhi Male, Farida, menyambut positif adanya produk khas Jember ini. Pasalnya produk-produk baru tadi dapat menambah ragam makanan khas Jember di tokonya. “Makanan khas seperti Banana Cake ini tergolong produk baru yang unik, dan biasanya produk khas suatu daerah yang unik itulah yang dicari oleh pembeli sebagai oleh-oleh,” tutur Farida saat menerima para mahasiswa di tokonya (20/2). Bahkan Farida turut memberikan masukan kepada para mahasiswa, dari mulai komposisi rasa hingga kemasan produk.

Sementara itu, salah seorang mahasiswa peserta KKN periode I tahun akademik 2016/2017, Eko menambahkan, selain memasarkan melalui toko oleh-oleh khas Jember, dirinya dan kawan-kawan memasarkan produk tadi di arena Car Free Day setiap hari Minggu pagi di alun-alun Jember. “Kami juga mencoba memasarkan produk unggulan desa tadi melalui dunia maya. Rencananya nanti setiap desa akan kami buatkan website untuk memasarkan produk-produk unggulannya,” ucap mahasiswa Fakultas Hukum yang ditempatkan di desa Silo ini. (del/iim)

Leave us a Comment