Mahasiswa Jember Temukan Obat Antikanker Kolon

Jember, 21 Oktober 2015

Kanker kolon merupakan salah satu penyakit neoplasma yang tumbuh di dalam struktur saluran usus besar. Kanker ini merupakan kanker urutan ketiga yang banyak menyerang pria daripada wanita dari seluruh penderita kanker di seluruh dunia. Kanker ini umumnya ditemukan pada usia di atas 40 tahun.

Berawal dari keprihatinan pada kasus tersebut, mahasiswa Universitas Jember menemukan khasiat lain dari kulit buah kakao yang bisa digunakan sebagai anti kanker kolon. Mereka adalah Kinanthi Putri Rizki, Wahyu Wahidatur Rochmah, Nandan Gilang Cempaka, Sugi Hartono yang melakukan penelitian terhadap kulit kakao sebagai bahan alternatif antikanker Kolon.

Menurut Kinanthi, kulit buah kakao (Theobroma cacao) memiliki kandungan pektin yang diketahui dapat menekan pertumbuhan sel kanker. “Pektin yang ada dalam kulit buah kakao memiliki kemampuan sebagai agen anti proliferasi (pertumbuhan sel) dan induktor apoptosis (kematian sel yang terprogram) pada sel kanker,” kata Kinanthi.

 

Dalam proses penelitiannya, Kinanthi bersama dengan kawan-kawannya mencoba mengolah kulit buah Kakao menjadi ekstrak. Percobaan pun dilakukan pada tikus dengan memberikan pengaruh ekstrak kulit buah Kakao pada tikus.

“Tikus kami induksi dengan 7,12-dimethylbenzen(α)anthrasena (DMBA) dengan dosis 20 mg/kgBB. Kami mengelompokan tikus menjadi empat kelompok yaitu kelompok I kontrol negatif, kelompok II pektin dosis 8 mg/kgBB, kelompok III pektin dosis12 mg/kgBB, dan kelompok IV pektin dosis 16 mg/kgBB,” papar Kinanthi.

Menurut Kinanthi, berdasarkan hasil diketahui bahwa dosis 12 mg/kgBB memiliki aktivitas antikanker paling efektif diantara kelompok tikus yang tidak diberi ekstrak kulit buah Kakao. Ekstrak kulit buah kakao ternyata memiliki potensi aktivitas antikanker kolon dengan memulihkan kembali sel-sel yang rusak akibat induksi dari senyawa karsinogen (Penyebab kanker).

Kinanti dan kawan-kawannya berharap apa yang menjadi temuannya itu bisa memberikan manfaat yang besar-besarnya kepada masyarakat. “Semoga ini menjadi solusi alternatif bagi mereka yang membutuhkan obat antikanker kolon,” pungkas gadis kelahiran Probolinggo ini. (Mj)

Leave us a Comment