Mahasiswa Ftp Universitas Jember Raih The Best Presentation Prize Di Bangkok

Jember, 24 Februari 2016

Satu lagi prestasi membanggakan pada tingkat international ditorehkan oleh mahasiswa-mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (FTP UNEJ) yakni Amalia Dyah Arumsari (2013), Ulfatu Layinatiinahdliyah Arrosyadi (2013) dan Lilik Krisna Mukti (2014) pada kegiatan The 2nd AUCFA Student Seminar and Competition di Kasetsart University, Bangkok-Thailand pada tanggal 4-5 Februari 2016.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program The 4th AUCFA (Asean Universities Consortium on Food and Agro-Based Engineering and Technology Education) Conference and Workshop, yakni merupakan konsorsium dekan-dekan Fakultas Teknologi Pertanian dan Teknologi Agro-Industri se-Asia Tenggara. Food contest kali ini mengambil tema Rice for Global Market.

Tim yang menamakan dirinya sebagai Young Innovator ini berhasil mengangkat citra dari produk tradisional Indonesia yang berbasis beras, yakni rengginang. Judul dari excecutive summary mereka adalah “A High Nutritious “Rengginang” Instant to Combat Carbohydrate and Protein Energy from Sticky Rice atau disingkat RICHES”.

RICHES merupakan hasil pengembangan produk rengginang yang sebelumnya sangat konvensional, tidak menarik dan kurang bergizi didesain oleh tim mahasiswa di bawah bimbingan langsung Dr. Yuli Witono, S.TP., MP. (Dekan FTP UNEJ) menjadi produk yang berpenampilan lebih menarik, bergizi, multiguna dan lebih awet karena dikemas dengan kemasan yang sangat menarik seperti mie gelas. Rengginang diproduksi dalam dua varians yakni rengginang masak (cooked) dan rengginang belum masak (uncooked). Rengginang uncooked berhasil dikembangkan menjadi rengginang instan yang sangat awet, bergizi, menarik dan bahkan dapat digunakan sebagai pangan darurat (emergency food).

Terdapat 20 tim yang berkompetisi dari seluruh perguruan tinggi se-Asia Tenggara di Indonesia ada 3 universitas yang turut berkompetisi yakni IPB, UNAND dan UGM. Kompetisi dilakukan melalui penilaian excecutive summary, poster presentation, video presentation and oral presentation, serta product display. Kompetisi yang cukup bergengsi dan berlangsung sangat ketat di bawah penilaian 7 orang juri dari negara-negara peserta yang hadir ini membuat tim mahasiswa FTP UNEJ sempat berada di bawah tekanan (under pressure) karena semua tim menampilkan karya dan penampilan terbaiknya, terlebih IPB yang menurunkan 9 tim dan dikawal langsung oleh dekan, para wakil dekan, kaprodi dan para pembimbing total sebanyak 32 official merupakan power spesial bagi mereka. Namun, tim FTP UNEJ telah mempunyai kiat yang tidak kalah jitu.

Sebulan sebelum kompetisi dimulai, tim bersama para pembimbing termasuk Lailatul Azkiyah, S.TP., MP., Dr. Ir. Jayus dan teknisi telah melakukan persiapan yang maksimal melalui ekperimen, dan uji coba pengembangan produk berkali-kali, serta uji coba presentasi berkali-kali sesuai tahapan perlombaan.

Tim mahasiswa yang dibimbing langsung oleh Dr. Yuli Witono, S.TP., MP. yang juga dekan FTP UNEJ telah menjadi kekuatan dan spirit tersendiri, terlebih pembimbing mendampingi dan membimbing langsung sejak preparasi di laboratorium dan latihan presentasi yang harus berkali-kali melakukan perbaikan, koreksi dan berulang-ulang perbaikan produksi. Latihan presentasi di depan audiens dan di depan dosen pengarah khusus tata bahasa Inggrisnya juga dilakukan, sehingga perbaikan dan koreksi sangat detil dan menyeluruh.

Amalia yang sekaligus selaku ketua tim menuturkan “bahwa kematangan persiapan dan latihan sangat menentukan keberhasilan, disamping juga support dan motivasi dari para pembimbing dan pimpinan Fakultas dan pimpinan Universitas”. Yuli Witono juga menuturkan “bahwa keberhasilan ini tentu bukan hanya untuk tim dan pembimbing, tetapi adalah kado spesial awal tahun bagi Universitas Jember khususnya dan bangsa Indonesia umumnya.

Kami selalu dampingi dan berikan advise terbaik untuk anak-anak agar jangan ada beban di banding kompetitor yang berasal dari perguruan tinggi papan atas yang tentu beban mereka lebih berat. Kami hanya cukup memompa semangat dan kesehatan anak-anak, janganlah memburu hasil terbaik akan tetapi lakukan dengan kekuatan terbaik, pasti hasilnya akan terbaik”.

Leave us a Comment