Mahasiswa FEB Universitas Jember Juara Pertama Lomba Karya Tulis Ilmiah Koperasi se – Jawa Timur

Jember, 12 Agustus 2016

Akhmad Faisal Lutfi, mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember berhasil mengukir prestasi membanggakan. Faisal menjadi juara pertama dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Koperasi tingkat Jawa Timur 2016.  Dalam kompetisi yang digelar oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur pada 10 Agustus 2016 lalu, Faisal yang mengangkat tema mengenai revitalisasi kelembagaan dan usaha koperasi, berhasil mengalahkan 155 peserta lain dari PTN dan PTS se-Jawa Timur.

“Saya sengaja mengambil tema karya ilmiah mengenai revitalisasi kelembagaan dan usaha koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat. Pasalnya saya melihat koperasi saat ini belum memberikan kontribusi yang maksimal bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya anggotanya. Padahal fungsi dan peran utama koperasi adalah meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Faisal ini.

Menurut mahasiswa yang hobi membaca ini, pada saat ini koperasi dihadapkan pada beberapa permasalahan. Pertama, permasalahan secara kelembagaan dan keterbatasan kualitas sumber daya manusia. Permasalahan selanjutnya adalah partisipasi anggota koperasi yang masih rendah, ditambah strategi pengembangan organisasi yang tidak terencana dengan baik. “Tidak hanya itu saja, permasalahan koperasi juga pada pada rendahya daya saing produk, sulitnya akses pada perbankan untuk membantu permodalan, serta iklim usaha yang kurang kondusif. Termasuk di dalamnya kurangnya pemanfaatan teknologi informasi yang membuat koperasi sulit untuk berkembang,” ujarnya.

Berangkat dari permasalahan tersebut, kemudian mahasiswa asli kota Jember ini memberikan gagasannya berupa strategi revitalisasi kelembagaan dan usaha koperasi. Menurutnya, strategi itu dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan, pertama dengan meningkatkan pendidikan dan pelatihan tentang perkoperasian kepada publik. “Perlu ada gerakan yang masif mempromosikan kembali pentingnya koperasi dalam perekonomian Indonesia. Dilanjutkan dengan pendidikan dan pelatihan tentang perkoperasian agar partisipasi masyarakat meningkat. Selain itu mutlak ada peningkatan daya saing koperasi, yang diselingi dengan usaha membangun dan memperluas business networking,” ujarnya

Faisal juga menambahakan, perlu ada political will dari pemerintah untuk mendukung koperasi. Misalnya ada dukungan fasilitas dari pemerintah berupa akses permodalan dan keberpihakan melalui aturan yang melindungi bisnis koperasi. “Kebanyakan koperasi modalnya  terbatas, sedangkan untuk akses pinjaman ke bank terlampau sulit untuk didapatkan, nah di sinilah pemerintah berperan dengan dukungan kebijakan. Jangan lupa di era saat ini pemanfaatan teknologi informasi adalah kebutuhan,” kata Faisal yang jatuh hati terhadap koperasi setelah menempuh kuliah mengenai koperasi di bangku kuliah. (mun).

Leave us a Comment