Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember, Juara di University of Groningen, Belanda.

Jember, 2 Juli 2014

Trio mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jember, Amalia Rahmaniar Indrati, M. Ainun Najib dan Hendra Jaya Permana, mencetak prestasi membanggakan di tingkat internasional. Penelitian ketiganya yang berjudul Solubility of Enamel Calcium in Saliva of Dosability People (In-Vitro Test) berhasil menjadi juara pertama kategori oral session bidang kedokteran gigi pada “The 21st International Student Congress of (bio) Medical Sciences (ISCOMS) 2014” yang diselenggarakan pada tanggal 3 sampai dengan 6 Juni 2014 di University of Groningen, Belanda.

“Berkesempatan untuk berada dalam kompetisi internasional seperti di oral session pada acara ISCOMS, menurut saya merupakan prestasi tersendiri bagi kami khususnya, dan untuk Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember serta almamater Universitas Jember. “Beside of that, in The Netherlands, I could meet another young researchers for another country and it was amazing experience that I ever had”, kata Amalia yang tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat menceritakan pengalamannya selama di University of Groningen, Belanda. Amalia berangkat sendiri mengingat kedua rekannya, M. Ainun Najib dan Hendra Jaya Permana tengah sibuk menjalani masa ko-asistensi.

Pada awalnya, Rahmaniar yang tergabung dalam Unit Kegiatan mahasiswa (UKM) penalaran Dentin, mengetahui kegiatan ISCOM dari internet pada bulan Desember 2013 lalu. Rahmaniar kemudian mengajak kedua kakak kelasnya, Ainun dan Hendra untuk berpartisipasi dengan mengirimkan hasil penelitiannya kepada panitia ISCOM. “Bulan Februari 2014 lalu kami mendapatkan pemberitahuan bahwa karya tulis kami diterima panitia ISCOM dan diundang memberikan presentasi,” kata Rahmaniar.

ISCOM sendiri adalah kegiatan kongres tahunan para peneliti, dosen dan mahasiswa di bidang kesehatan dan kedokteran yang membahas masalah perkembangan di bidang biomedik yang diadakan oleh University of Groningen Belanda. ISCOM diadakan dengan tujuan mendorong penelitian di bidang biomedik dan merangsang pertukaran penelitian diantara mahasiswa, dosen dan peneliti dan memberikan siswa kesempatan para pesertanya untuk memperluas jaringan sosial ilmiah mereka. Tahun ini adalah penyelenggaraan ISCOM ke 21  yang mengambil tema Healthy Ageing atau Lanjut Usia Yang Sehat.

Karya tulis Rahmaniar, Ainun dan Hendra meneliti mengenai kadar kelarutan enamel kalsium di saliva atau ludah para penyandang cacat, khususnya penderita retardasi mental dan penyandang cacat buta. Menurut Rahmaniar tema penelitian mereka adalah hasil diskusi dengan para dosen pembimbing yakni Dr. drg. Didin Erma I, M.Kes., drg. Izzata Barid, M.Kes, drg. Yenny Yustisia, M.Biotech, dan drg. Agustin Wulan Suci Dharmayanti, MD.Sc.

“Selama seminggu penuh kami fokus berkonsentrasi mengerjakan penelitian kami. Untungnya penelitian awal sudah dilakukan oleh Mas Ainun dan Hendra melalui skripsinya masing-masing, sehingga kami tinggal meneruskan penelitian tadi namun dengan obyek penelitian penyandang cacat,” lanjut Rahmaniar. Mepetnya waktu penyelesaian karya penelitian membuat Rahmaniar, Ainun dan Hendra berbagi tugas agar memenuhi deadline yang ditetapkan.

Prestasi tiga duta Kampus Tegalboto ini termasuk fenomenal, mengingat dari ratusan karya tulis ilmiah yang diterima panitia dari seluruh dunia, hanya dua karya tulis ilmiah yang berhasil masuk ke sesi presentasi yang berasal dari Indonesia, yakni dari Universitas Jember dan Universitas Indonesia. Sementara di kategori poster session, Indonesia boleh berbangga karena diwakili oleh tim dari Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Institut Pertanian Bogor dan Universitas Sam Ratulangi.

Pengalaman melakukan presentasi ilmiah di depan juri dan audiens yang berasal dari berbagai negara memberikan pengalaman yang berharga bagi Rahmaniar. Pasalnya Rahmaniar dapat bertemu dan bertukar pengalaman dengan peserta yang umumnya adalah para peneliti muda di bidang kesehatan dan kedokteran yang berasal dari seluruh dunia. Menurut Rahmaniar, para peneliti yang berkumpul di ISCOM sangat menghargai setiap penelitian ilmiah yang dilakukan oleh koleganya. “Mereka tertarik dan ingin tahu mengenai penelitian yang kami lakukan. Mereka tidak memandang latar belakang kami yang notabenenya masih mahasiswa, dan sangat antusias dengan penelitian kami. Hal itu mengajarkan saya untuk menghargai penelitian ilmiah yang dilakukan oleh siapapun, karena dibalik sebuah penelitian ilmiah, tercipta ide pemikiran baru, ilmu baru, dan kerja keras pula,” ujar Rahmaniar.

Dapat berkunjung ke Groningen juga menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Rahmaniar yang sempat sakit gara-gara menghadapi hawa dingin negara Belanda. “Sementara masukan yang diberikan oleh panelis kepada kami adalah, agar karya tulis ilmiah ini bisa dikembangkan sesuai dengan praktik kami nanti sebagai dokter gigi nantinya, agar kami tidak membeda-bedakan pasien yang datang, baik itu penyandang cacat maupun pasien normal,” tutur Rahmaniar lagi.

Berkesempatan presentasi karya tulis ilmiah di luar negeri membuat Rahmaniar makin bersemangat menekuni bidang penelitian, bahkan berniat mengikuti kegiatan ISCOM tahun depan. Rahmaniar juga berharap agar prestasi yang diperolehnya bersama kedua rekan dapat menjadi semangat bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya untuk gemar meneliti dan ikut serta dalam kegiatan ilmiah baik di dalam dan luar negeri.

Bak gayung bersambut, keberhasilan Rahmaniar, Ainun dan Hendra nampaknya bakal diikuti oleh mahasiswa FKG Universitas Jember lainnya. Dalam waktu dekat beberapa mahasiswa yang tergabung dalam UKM Penalaran Dentin akan mengikuti ajang pertemuan ilmiah berskala internasional. Mahasiswa FKG Universitas Jember akan mengikuti 25th Annual Scientaific Meeting of South East Asia Association for Dental Education (SEAADE) 2014 di Malaysia pada Agustus yang akan datang dan pada Scientific Research Competition, the 41st Asian Pacific Dental Student Association (APDSA) Congress, di Kamboja. “Kami terus mendorong dan memfasilitasi berbagai kegiatan mahasiswa, salah satunya seperti kegiatan penalaran. Semoga mahasiswa FKG yang akan berangkat ke Malaysia dan Kamboja juga mampu mengharumkan nama FKG dan Universitas Jember di tingkat internasional,” kata Pembantu Dekan III FKG Universitas Jember, drg. Happy Harmono, M.Kes. (iim)

Leave us a Comment