Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Universitas Jember Tingkatkan Pembelajaran menuju era Revolusi Industri 4.0 Berbasis Moodle.

lp3m_2_UNEJ-768×511

Jum’at, 9 November 2018

Pembelajaran Merupakan unsur penting dalam dunia Pendidikan, salah satu yang digunakan di Universitas Jember menggunakan pembelajaran berbasis Moodle atau bisa disebut E-Learning, Sebagaimana Peraturan Menteri Riset-Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 44 tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Kualitas pembelajaran menentukan hasil terhadap pendidika kepada Mahasiswa, terlebih di era revolusi Industri 4.0 Perguruan tinggi harus siap bersaing menentukan metode pembelajaran baik ofline atau online. Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Universitas Jember (LP3M) menyelenggarakan Seminar Hasil Implementasi Hibah PKP-PBMRI 4.0 dengan tema “Peningkatan kualitas Pembelajaran Berpusat pada mahasiswa Memasuki Rovolusi Industri 4.0 (9/11).

Penerapan E-learning ini masih belum optimal dikarenakan masih belum banyak dosen yang memanfaatkannya untuk pembelajaran yang berbasis Student CenteredLearning (SCL).Keberadaan E-learning masih belum mampu mengubah paradigma menujupembelajaran yang berpusat pada mahasiswa atau SCL. Padahal kehadiran E-Learning seharusnya dapat menjadi media pembelajaran yang interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa.

Menurut Ahmad Taufik, “ada 3 hal yang sangat penting dalam Model Pembelajaran adalah Lesson Study Learning Community (LSLC), Pembelajaran Daring atau Elearning dengan Prinsip 25% Daring 75% tatap muka, Critical Thinking, dalam hal ini diharap dapat meningkatkan kualitas pembelajaran kepada mahasiswa dalam memasuki Revolusi Industri 4.0 diera mileinal saat ini”. Ujar Ketua LP3M Universitas Jember dalam sambutannya pada pembukaan seminar tersebut di Ruang aula Lantai 2 Gedung LP3M Universitas Jember.

Taufik menambahkan “dalam praktiknya di era revolusi industri 4.0 berbasis pada pembelajaran daring dengan kata lain Pembelajaran Goib harus terbentuk sinergitas antara dosen dan mahasiswa” tuturnya.

Dr. Uwes Anis Chaeruman, M.Pd. pada paparannya menjelaskan “Revolusi Industri 4.0 adalah tantangan perguruan tinggi untuk menciptakan lulusan yang mampu bersaing di era Revolusi Industri 4.0, oleh sebab itu kami mendorong setiap PTN minimal ada 3 literasi yang harus dikuasai diataranya Literasi Teknologi, LiterasiDataBig Data dan dan Human literasi  “ paparnya

Kasubdit Pembelajaran Khusus Kemenristek Dikti ini berharap “dengan Lesson Study Learning Community (LSLC) dapat mengembangkan skil mahasiswa dalam 3 literasi yang harus dikuasai tersebut.” Uwes Anis Chaeruman, juga menambahkan hasil seminar kali ini “saya sangat gembira dari materi yang dipaparkan oleh para pengembang pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa ini sudah mulai mengintegrasikan dengan teknologi informasi dan komunikasi sehingga sudah sesuai dengan harapan Kemenristek Dikti” tambahnya pada wawancara dengan humas dan Protokol Universitas Jember.

Seminar yang dilaksanakan di aula lantai 2 Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Universitas Jember (LP3M) ada 3 narasumber dalam seminar tersebut diantaranya : Pemateri pertama : Dr. Budi Setyono,M.A dengan materi “Seminar Hasil Kegiatan Open Class 1,2,3 Mata kuliah Qualitatif Research in Language Education.” Pemateri Kedua : Dr. Farida Wahyu Ningtiyas, SKM.,M.Kes. dengan materi “Pemanfaatan Moodle di E-Learning dan Research Based Learning (RBL) pada mata Kuliah Kajian Kesehatan Masyarakat Pantai dan Perkebunan” dan Pemateri Ketiga Eni Zulaika, SH.,M.H. denga materi “Seminar Hasil Open Class 1 dan 2 Mata Kuliah Hukum Acara Pendidikan Agama Fakultas Hukum Universitas Jember. (is)