Kupas Potensi Limbah Kulit Cokelat, Mahasiswa FKG Universitas Jember Menjadi Pembicara Termuda Dalam Workshop Tingkat Internasional Di Istanbul

Jember, 31 Juli 2015

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jember terus menorehkan prestasi di kancah nasional maupun internasional. Ahmad Faris Adli Izzuddin dan Anisa Nurkesuma tampil sebagai pembicara termuda dalam ajang International Workshop on Dentistry 2015 yang diselenggarakan oleh Scientific Cooperation pada tanggal 21 dan 22 Juli di Titanic Business Europe, Istanbul, Turki.

Ahmad dan Anisa demikian sapaan akrabnya, tampil dengan mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “The Potential of Cocoa (Theobroma Cacao L.) Pods Extract in Periodontal Dressing To Rabbit Gingival Wound Healing.”

Ahmad menjelaskan sebelum lolos untuk presentasi dia telah melalui serangkaian seleksinya cukup sulit. “Karena selain untuk di presentasikan karya ilmiah kami ini juga akan dimasukan dalam jurnal internasional Google Scholar Index, ISI Citation Index, dan kedepannya juga akan di riview untuk dapat masuk kedalam Scopus Index, jadi kami harus kirim full paper dalam bahasa Inggris yang sesuai dengan kaidah penulisan jurnal internasional.” tuturnya panjang lebar.

Karya tulis yang Ahmad persentasikan meneliti tentang potensi limbah kulit cokelat yang diekstrak sebagai bahan pengganti antibiotik dan antiinflamasi sintesis pada periodontal dressing. “Sehingga harapannya kedepan, antibiotik dan antiinflamasi alami dari ekstrak limbah kulit cokelat dapat mengurangi reaksi alergi bahkan resistensi yang sering ditimbulkan akibat penggunaan antibiotik dan antiinflamasi sintesis,” imbuh Ahmad.

Sementara itu drg. Happy Harmono M.Kes dan drg. Abdul Rochim M.Kes MMR selaku dosen pempimbing mengatakan, prestasi dua mahasiswa Kampus Tegalboto ini cukup mengesankan. Pasalnya, dari ratusan karya ilmiah dari seluruh dunia, karya mereka menjadi satu-satunya dari undergraduate student yang berhasil lolos.

“40 karya ilmiah lain yang terpilih adalah karya para professor, spesialis, dan experties di bidang medis dari berbagai negara di belahan dunia seperti Arab Saudi, Turki, Bulgaria, Australia, Malaysia, Iran, Pakistan, Tunisia, Mesir, India, Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Skotlandia dan Hongkong,” ujar drg. Happy. (Mj)

Leave us a Comment