Kuliah Lapang Fakultas Pertanian

Jember, 14 April 2014

Sebanyak 350 mahasiswa Fakultas Pertanian  turun kesawah untuk mengikuti kuliah lapang (11/4). Kegiatan tersebut rutin mereka lakukan setiap hari Jumat dengan didampingi para dosen di lahan yang dikelola oleh  UPT Agrotechnopark Universitas Jember yang berada di Jubung, Jember sekitar 7 kilometer dari Kampus Tegalboto.

Ir. Hari Purnomo MSi PhD DIC Kepala Program Studi Jurusan Agroteknologi menuturnkan, kegitan kuliah lapang yang dilaksanakan setiap hari Jumat tersebut merupakan sarana bagi seluruh mahasiswa yang menempuh mata kuliah pengantar teknologi pertanian. Menurut dia kegiatan turun kesawah tersebut merupakan simulasi dari pengolahan tanah sampai panen.

“Kegiatan ini merupakan simulasi atau praktikum bagi mahasiswa, sehingga mereka tidak hanya belajar teori di kelas saja tapi mereka juga bisa langsung praktek dari teori yang telah mereka dapatkan di kelas”, paparnya.

Hari menambahkan, sementara ini mahasiswa hanya melakukan praktek pertanian padi mulai dari pembibitan, pengolahan lahan hingga masa panen. “Mereka menanam padi mulai dari awal sampai nanti panen dengan teknik penanaman sesuai dengan teori yang telah mereka dapatkan di kelas,” imbuh Hari.

Ditempat yang terpisah Rektor Universitas Jember Drs. Moh. Hasan, M.Sc, PhD menyampaikan, Universitas Jember memiliki lahan yang cukup luas untuk mendukung kegiatan praktek pertanian. “Ada lahan seluas 13 hektare yang memang kami sediakan untuk mendukung aktifitas perkuliahan khususnya bidang pertanian,” ungkap rector. Menurutnya, keberadaan lahan seluas 13 hektare tersebut dalam rangka mendukung pengembangan pertanian industri yang merupakan salah satu Visi Universitas Jember.

Seluruh mahasiswa tampak sangat menikmati kegiatan tersebut. Tanpa ragu-ragu mereka langsung turun kesawah yang penuh dengan lumpur untuk mengikuti kegiatan tanam padi sesuai petuntuk dosen masing-masing. Misbahul Munir salah satu peserta menuturkan, dia beserta yang lain merasa sangat senang sekali dengan kegiatan tanam padi tersebut.

“Kami sangat senang sekali karena tidak hanya mempelajari teori pertanian saja, namun juga bisa melakukan proses pertanian secara langsung mulai proses pengolahan tanah hingga nanti tiba waktu panen,” ujar Misbahul Munir. (Mj)

Leave us a Comment