Konsumsi Tempe Baik Untuk Pencegahan Kanker Payudara

seminar tempe_UNEJ

Jember, 28 Agustus 2017

Sebagai masyarakat Indonesia tentunya kita tidak asing lagi dengan makanan tempe. Sebagai pangan asli Indonesia tentunya tempe sangat mudah ditemui di pasaran baik dipasar tradisional atau bahkan dipasar modern. Selain tersedia dalam bentuk mentah, tempe pun mudah ditemui sebagai hidangan siap makan.

Namun tidak semua tau bahwa tempe memiliki banyak sekali kelebihan untuk kesehatan. Seperti yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS Ketua Forum Tempe Indonesia dalam seminar nasiona bertajuk “Tempe Sebagai Warisan Budaya Bangsa Untuk Kesehatan Masyarakat” yang digelar oleh Fakustas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember di aula lantai III gedung Rektorat Universitas Jember, (27/8) ternyata tempe memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan.

“Tempe ini adalah makanan asli Indonesia yang sudah dikenal sejak abad ke-16 lalu oleh masyarakat Jawa Tengah. Selain mengandung protein tinggi tempe juga bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung,” ujar Made Astawan.

Menurut Made, jika dikonsumsi secara benar tempe mampu menurunkan tingkat resiko terjadinya penyakit kanker payudara.

“Kandungan Isoflavon yang tinggi pada tempe mampu mengurangi resiko kanker payudara, ovarium dan kanker prostat. Isoflavon juga berperan dalam menurunkan kadar kolestrol total dan kolestrol jahat yang ada dalam tubuh,” imbuh salah satu Dosen di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB ini.

Made mengatakan, konsumsi tempe sangat baik sekali dilakukan oleh anak-anak perempuan apa lagi jika dilakukan sebelum masa puber.

“Anak perempuan sebaiknya minimal dalam sehari mengkonsumsi minimal satu sajian olahan kedelai seperti halnya tempe. Hal ini dapat memberikan efek perlindungan terhadap terjadinya kanker panyudara,” jelas Made.

Made mengingatkan untuk mendapatkan manfaat yang maksimal sebaiknya tempe dikonsumsi dalam keadaan mentah. Karena menurutnya, jika diolah dalam panas bersuhu tinggi dapat membunuh bakteri dan kapang yang ada pada tempe.

“Karena tempe ini terbentuk dari proses fermentasi justru lebih sehat saat dikonsumsi dalam keadaan mentah, misalnya dibuat juice tempe. Dengan dikonsumsi mentah semua organisme baik yang terdapat dalam tempe masih tetap utuh,” pungkasnya. (moen)