Kombes. Pol. Slamet Pribadi : Selalu Teringat Ketan Cetol dan Pak Texas

Jember, 16 September 2016.

Ada dua hal yang selalu diingat oleh Kepala Bagian (Kabag) Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes. Pol. Slamet Pribadi, jika ditanya mengenai kota Jember dan almamaternya, Universitas Jember. Jawabannya ketan cetol dan Pak Texas ! hal ini diutarakan Kombes. Pol. Slamet Pribadi seusai memberikan orasi dalam upacara wisuda periode I tahun akademik 2016/2016 Universitas Jember di Gedung Soetardjo (10/9). Kombes. Pol. Slamet Pribadi diundang menyampaikan orasi dalam kapasitasnya sebagai alumnus Fakultas Hukum Universitas Jember.

“Setiap kali ke Jember, ketan cetol selalu menjadi menu wajib wisata kuliner bagi saya. Bahkan tadi malam begitu sampai di Jember, saya langsung menyempatkan diri makan ketan cetol,” ujar Slamet Pribadi menyebut makanan legendaris yang lokasinya di dekat jembatan Jompo. Slamet mengaku semenjak dulu mahasiswa, ketan cetol sudah menjadi tempat nongkrong favoritnya. “Yang kedua jika mengingat Fakultas Hukum, maka saya selalu teringat dengan dosen saya dulu, Pak Texas,” sambungnya sambil tersenyum.

                Saat ditanya mengapa selalu teringat Pak Texas, lelaki asal Banyuwangi ini kemudian bercerita. “Saat pertama masuk kuliah, saya heran mendapati ada dosen bernama Texas Soemarsono, saya kira beliau lahir di Texas, Amerika Serikat. Eh ternyata asli Indonesia,” katanya sambil kembali tertawa. Selepas lulus SMA, Slamet muda memilih masuk Fakultas Hukum Universitas Jember di tahun 1979, dan lulus tahun 1985.

                Setelah lulus, Slamet Pribadi mulanya memilih mengadu nasib ke ibukota untuk menjadi pengacara. Dirinya bahkan sempat magang menjadi pengacara di sebuah kantor pengacara di Jakarta. Dua tahun menjalani profesi sebagai pengacara muda, jalan hidup Slamet Pribadi berubah saat mengetahui Polri membuka pendaftaran perwira Polri dari sumber sarjana. “Saya memutuskan untuk mendaftarkan diri ke Sekolah Perwira Polri,” cerita perwira polisi dengan tiga mawar di pundak yang kemudian mendapatkan pasangan hidup anggota Polwan ini.

                Selama menekuni karier di kepolisian, Slamet Pribadi memilih menekuni bidang kejahatan kerah putih, seperti tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Bahkan untuk memperdalam kemampuannya, Slamet dikirim oleh Polri belajar ke Singapura, Thailand Perancis, dan Amerika Serikat. Tidak heran jika orasinya di hadapan wisudawan Universitas Jember mengambil tema bagaimana memiskinkan bandar narkoba melalui berbagai cara, salah satunya dengan instrumen undang-undang TPPU. “Saat ini salah satu strategi BNN dalam memberantas bandar narkoba adalah dengan memiskinkan mereka, agar mereka tidak punya lagi kemampuan untuk menggerakkan bisnis haramnya,” kata Slamet lagi.

                Dalam kesempatan upacara wisuda di gedung Soetardjo, Slamet Pribadi mengajak segenap sivitas akademika Universitas Jember untuk melakukan perang terhadap penyalahgunaan narkoba, khususnya di lingkungan kampus. Pasalnya kampus adalah tempat mendidik para calon-calon pemimpin bangsa, jika generasi muda penerus bangsa sudah terlibat narkoba, maka musnah pula masa depan bangsa. Untuk wisudawan, Slamet Pribadi berpesan agar alumnus kampus Tegalboto tidak perlu takut bersaing. “Jangan lupa untuk menjaga kejujuran, sebab kejujuran kunci kesuksesan,” pungkasnya. (iim)

Leave us a Comment