Kiki Marta Ariesaka, Mahasiswa Berprestasi Universitas Jember Tahun 2016

Jember, 30 Mei 2016

Kiki Marta Ariesaka, mahasiswi Fakultas Kedokteran menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Universitas Jember 2016. Di babak final yang digelar di aula lantai 3 gedung rektorat (25/5), Kiki berhasil mendapatkan nilai tertinggi dari dewan juri, menyisihkan empat kompetitornya. Posisi kedua di raih oleh Aniza Zahra dari Fakultas Pertanian dan Ayunda Nur dari Fakultas Farmasi. Dengan keberhasilannya ini, Kiki Marta Ariesaka berhak mewakili Universitas Jember dalam ajang Pemilihan  Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional.

Saat ditemui di sela-sela kesibukannya kuliah (30/5), Kiki menceritakan kesannya selama mengikuti lomba. Gadis asal kota Malang ini masih tidak percaya jika bakal mewakili kampus Tegalboto di ajang pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional. “Bagi saya semua peserta adalah saingan berat, Alhamdulillah saya yang terpilih sebagai wakil Kampus Tegalboto,” tutur gadis berjilbab yang akrab dipanggil Kiki ini memulai ceritanya.

Namun dibalik kesuksesan Kiki meraih predikat mahasiswa berprestasi, terdapat usaha dan kerja keras. “Tahun ini tahun kedua saya mengikuti Mawapres. Tahun lalu saya hanya meraih juara harapan II karena juri menilai prestasi nasional saya masih minim. Hasil di tahun 2015 itulah yang menjadi pemicu saya untuk lebih berprestasi,” kata penghobi baca ini. Kiki pun serius mengikuti beberapa lomba karya tulis ilmiah, dan hasilnya tidak mengecewakan. Selama tahun 2015 lalu Kiki menyabet juara harapan 1 lomba karya tulis ilmiah nasional kedokteran di Universitas Sebelas Maret, Solo. Juara 2 lomba karya tulis ilmiah nasional kedokteran di Universitas Airlangga, Surabaya. Serta puncaknya meraih juara pertama di ajang yang sama di Universitas Brawijaya, Malang.

Dengan modal prestasi di ajang nasional tadi, Kiki percaya diri melenggang di Mawapres Universitas Jember 2016. Karya tulisnya yang mengambil tema pembuatan alat praktis deteksi dini kanker cervix dinilai oleh dewan juri layak diganjar sebagai yang terbaik. “Selama ini untuk mendeteksi gejala kanker cervix pada perempuan butuh proses yang sedikit ribet seperti pemeriksaan Pap-Smear. Saya mencoba membuat alat praktis deteksi dini kanker cervix yang murah, dan caranya semudah menggunakan alat tes kehamilan,” ujar mahasiswa Fakultas kedokteran angkatan tahun 2013.

Bukan hanya dinilai dari hasil karya tulis ilmiah, lima finalis Mawapres Universitas Jember 2016 menjalani uji publik dengan menghadirkan penguji Rektor Universitas Jember bersama jurnalis Koran Seputar Indonesia (Sindo), Pur Juliatmoko dan Bambang Sugiharto dari RCTI. Seusai menguji, Rektor Universitas Jember mengapresiasi para finalis, menurutnya tantangan di ajang Mawapres tingkat nasional akan lebih berat. Oleh karena itu Moh. Hasan meminta wakil Kampus Tegalboto mempersiapkan diri lebih baik. “Semoga wakil Universitas Jember menorehkan prestasi di ajang Mawapres Nasional, setelah di tahun 2011 dosen kita menjadi dosen berprestasi di tingkat nasional,” pungkas Moh. Hasan. (moon,iim).

Leave us a Comment