KeRis Nurse co.id Bantu Kembangkan Program Gerdu Kopihati Di Lumajang

GerduKopihati-2-768×512

Lumajang, 5 September 2018

Kelompok Riset (KeRis) Nurse.co.id, Program Studi Diploma Keperawatan Universitas Jember  Kampus Lumajang membantu mengembangkan Program Gerakan Terpadu Komunitas Peduli Ibu Hamil Resiko Tinggi (Gerdu Kopihati) yang menjadi program andalan Puskesmas Klakah, Lumajang. Langkah nyata yang diambil antara lain dengan mengadakan pertemuan dengan semua pemangku kebijakan di Kecamatan Klakah, sekaligus melatih kader Komunitas Masyarakat Peduli Kesehatan (KMPK). Kegiatan ini diadakan di kantor Kecamatan Klakah (30/8).  Hadir dalam pertemuan jajaran Muspika Klakah, Kepala Kantor Urusan Agama, petugas penyuluhan KB, Kepala Puskesmas, bidan desa, para kepala desa, tokoh masyarakat, dan peserta lainnya. Pertemuan bertujuan untuk menyamakan pandangan dalam rangka bersinergi menekan angka kematian ibu (AKI) di Kecamatan Klakah.

“Kami sengaja mengundang semua pemangku kebijakan di Kecamatan Klakah, karena Gerdu Kopihati akan berhasil jika melibatkan semua pihak. Pasalnya kematian ibu hamil bisa disebabkan banyak hal diantaranya pernikahan dini, kondisi ekonomi, minimnya pengetahuan akan kesehatan, dan faktor lainnya,” tutur Nurul Hayati, ketua KeRis Nurse.co.id. Nurul Hayati lantas menambahkan, selain menjadi agenda kelompok risetnya, kegiatan kali ini adalah salah satu perwujudan nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam kegiatan ini, seluruh peserta yang hadir sepakat menandatangani komitmen bersama untuk mensukseskan Program Gerdu Kopihati.

Selain kegiatan penyamaan persepsi, para dosen Program Studi Diploma 3 Keperawatan Universitas Jember Kampus Lumajang yang tergabung dalam KeRis Nurse.co.id juga memberikan pelatihan deteksi dini keberadaan ibu hamil resiko tinggi kepada kader KMPK, dengan menggunakan Kartu Skor Poedji Roechjati. “Kartu Skor Poedji Roechjati adalah metode penentuan status ibu hamil resiko tinggi dengan format sederhana sehingga memudahkan kader KMPK dalam menjalankan tugasnya. Kartu Skor Poedji Roechjati memuat parameter seperti terlalu muda untuk hamil, terlalu tua untuk hamil, terlalu cepat untuk hamil, penyakit yang diderita ibu hamil dan lainnya. Harapan kami jika kader KMPK sudah berhasil mendeteksi adanya ibu hamil dengan resiko tinggi, maka tindakan medis selanjutnya dapat dipersiapkan,” imbuh Nurul Hayati yang bersama koleganya mengemas pelatihan dengan metode partisipatori.

Selain mendapatkan pelatihan deteksi ibu hamil beresiko tinggi, para kader KMPK mendapatkan modul berjudul “Bersama Gerdu Kopihati Kita Cegah AKI” yang menjadi pegangan dalam kegiatan di lapangan. Uniknya, modul tersebut menggunakan Bahasa Indonesia dan  menggunakan Bahasa Madura guna memudahkan para kader KMPK memberikan penjelasan kepada masyarakat Klakah yang mayoritas adalah suku Madura. “Sengaja modul yang kami berikan menggunakan dwi bahasa, Indonesia dan Madura agar akselerasi pencapaian Program Indonesia Sehat dapat terwujud di Lumajang, dan Kecamatan Klakah pada khususnya,” kata Nurul Hayati yang bersama koleganya perlu tiga kali melakukan Focus Grup Discussion (FGD) untuk membuat modul tersebut.

Kegiatan KeRis Nurse.co.id mendapatkan tanggapan positif dari Narto, SH., Camat Klakah. Dirinya berharap adanya pelatihan oleh KeRis Nurse.co.id dapat menumbuhkan perubahan signifikan dalam bidang kesehatan di kecamatan yang dipimpinnya. “Mari dengan modal sinergi semua pihak kita buktikan masyarakat Klakah peduli dengan kesehatan, agar Klakah tidak lagi dipandang sebelah mata,” ujarnya. Acara diakhiri dengan sembilan kesepakatan bersama semua unsur yang hadir. Antara lain kader KMPK akan melakukan deteksi dini ibu hamil di wilayah masing-masing, mencetak Kartu Skor Poedji Roechjati sebanyak 150 lembar sesuai estimasi jumlah ibu hamil, mencatat hasil kegiatan dan temuan di laporan modul, serta mengajarkan kembali isi modul kepada keluarga yang memiliki anggota ibu hamil.

“Selanjutnya kami di KeRis Nurse.co.id akan mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terkait kegiatan Program Gerdu Kopihati yang kami bagi menjadi tiga tema yaitu penurunan angka pernikahan usia dini dengan melibatkan kelompok karang taruna melalui edukasi kesehatan, peningkatan kemampuan kader dalam deteksi dini, serta peningkatan kemampuan keluarga dalam melakukan deteksi dini,” pungkas Nurul Hayati yang juga Ketua Program Studi Diploma 3 Keperawatan Universitas Jember Kampus Lumajang. (tim Berkarya Kampus Lumajang)