Kelas Menengah Memiliki Peran Besar Dalam Menyatukan Indonesia

Jember, 1 Maret 2016

                “What holds Indonesia together?”, Apa yang menyatukan Indonesia ? Mungkin pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang paling sering muncul terkait kondisi Indonesia jika dikaitkan dengan fenomena banyaknya negara yang tercerai berai karena masalah disintegrasi bangsa. Selama ini jawaban  yang paling sering diberikan atas pertanyaan tersebut adalah “Pemimpin yang Kuat”. Namun sejarawan Prof. Gerry van Klinken menampik jawaban ini. Menurutnya, justru masyarakat kelas menengah Indonesia lah yang menyatukan Indonesia.

Pendapat ini disampaikan Prof. Gerry van Klinken saat memberikan kuliah umum di hadapan sivitas akademika Fakultas Sastra Universitas Jember (1/3). Guru besar Sejarah Asia Tenggara dari Universitas Amsterdam Belanda ini kemudian memaparkan hasil penelitian terkait kelas menengah Indonesia, yang mendukung tesisnya bahwa kelas menengah Indonesia sebagai pihak yang berperan besar menyokong persatuan Indonesia. “Kelas menengah Indonesia memainkan andil besar terhadap tatanan pemerintahan ataupun dalam ranah kekuasaan serta politik di Indonesia. Kesimpulan ini adalah hasil penelitian saya terkait kelas menengah di Kupang, Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.

                Rasa penasaran Gerry terhadap apa yang membuat Indonesia tetap bertahan pada era pasca Reformasi-lah yang mendorong Gerry melakukan penelitian tersebut. Gerry mengaku tertarik melakukan penelitian di Kupang karena sedikit sekali sejarah yang menjelaskan tentang Kupang. Penelitiannya tersebut dilakukan untuk meneliti lebih jauh bagaimana kebangkitan sebuah kelas menengah di Kupang yang merupakan sebuah kota provinsi yang letaknya jauh dari ibu kota.  Hasil penelitiannya itu kemudian Gerry  tulis dalam sebuah buku yang berjudul “The Making of Middle  Indonesia”.

                “Mungkin Anda semua bertanya-tanya, hal apa yang istimewa dari Kupang sehingga saya melakukan penelitian di Kupang? Justru karena Kupang tidak istimewa, saya jadi tertarik untuk melakukan penelitian disana,” ucap peneliti senior di KITLV yang fasih berbahasa Indonesia ini. Dalam penelitiannya, Gerry mengambil fokus pada bagaimana kelas menengah yang ada di Kupang dibangun oleh mereka yang berasal dari kalangan biasa, dan bukannya kalangan bangsawan. “Kelas menengah di Kupang dimotori oleh anak petani dan bukannya anak bangsawan. Mereka inilah yang berperan dalam mewujudkan persatuan Indonesia,” tambahnya lagi.

Kuliah umum yang dilaksanakan di Gedung Aula Sastra tersebut diadakan berkat kerja sama Fakultas Sastra,  Universitas Jember dengan Yayasan Obor Indonesia dan KITLV Jakarta. Tema yang diangkat adalah “Menelisik Kelas Menengah di Kota-kota Menengah”, dan dihadiri oleh 158 mahasiswa yang berasal dari lintas fakultas. Sebelumnya, Dekan Fakultas Sastra, Dr. Hairus Salikin, M.Ed., sebagai pembuka kuliah umum ini menyampaikan agar mahasiswa yang hadir, khususnya mahasiswa Ilmu Sejarah dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari apa yang disampaikan oleh Prof. Gerry pada kuliah umum tersebut. (lida).

Leave us a Comment