Jumlah Penelitian Universitas Jember Terus Mengalami Peningkatan

peneliti_UNEJ_1

Jember, 6 April 2018

Sebanyak 437 hasil penelitian para dosen dan karyawan Universitas Jember dipersentasikan dalam acara Kolokium/Seminar Hasil Pelaksanaan Program Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Jember, (6/5). Penelitian yang dipresentasikan merupakan penerima dana hibah peneletian tahun pendanaan 2017 lalu.

“Alhamdulillah tahun ini ada sebanyak 437 penelitian yang dipresentasikan, ini merupakan penelitian yang mendapatkan dana hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun 2017 lalu . Dari tahun ketahun jumlah penelitian kita yang mendapatkan dana hibah terus mengalami peningkatan. Tahun 2016 lalu hanya kisaran 360an namun pada tahun 2017 naik menjadi 437 penelitian. Tahun depan kami harapkan bisa mencapai angka 650 penelitian,” ujar Prof. Achmad Subagio, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) saat sesi wawancara.

Subagio mengatakan, tujuan dari pelaksanaan kolokium ini adalah sebagai salah satu bentuk monitoring bagi para peneliti yang mendapatkan dana hibah penelitian pada tahun 2017 lalu. Selain itu menurutnya acara ini juga bisa dijadikan ajang show of force bagi para peneliti melalui penelitian dan pengabdian yang mereka hasilkan.

“Selain itu mereka juga bisa membuat jejaring baru antara sesama peneliti, sehingga nantinya apa bila dimungkinkan bisa melakukan kolaborasi dalam melakukan penelitian. Kolaborasi ini bisa jadi akan menciptakan bidang penelitian baru yang harapannya lebih inovatif dan dinamis,” imbuh Subagio.

Dalam acara yang digelar di Gedung CDAST ini Subagio mengatakan, saat ini Universitas Jember tengah serius dalam membangun iklim akademis yang dinamis dalam bidang penelitian. Keseriusan itu salah satunya dengan dibentuknya kelompok-kelompok peneletian hingga ke tinggkat program studi.

“Kami ingin ketika para peneliti Universitas Jember berkumpul dengan peneliti yang lain yang menereka bahas hanya tentang penelitian, bukan bahas bola, politik atau topik lain diluar penelitian. Untuk mendukung hal itu kami memberikan dana hibah hingga 150 juta untuk dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok riset yang memiliki riset unggulan,” imbuh Subagio

Sebagio mengatakan, saat ini sudah ada 150 pengajuan kelompok riset yang masuk pada LP2M yang berasal dari beberapa program studi yang ada di lingkungan Universitas Jember. Namun demikian menurut Subagio, jumlah tersebut masih setengah dari target yang ditetapkan oleh Universitas Jember.

“Target kami adalah 300 kelompok riset. Sementara ini baru ada 150 pengajuan dan 50 diantaranya telah kami lepas untuk kemudian segera melakukan dan mengembangkan penelitian sesuai dengan bidang mereka masing-masing,”imbuh Subagio.

Subagio berharap, strategi dalam meningkatkan jumlah penelitian bisa berjalan dengan baik. Karena penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian penting dari  Universitas Jember. Penyediaan fasilitas hibah dan peningkatan kapasitas dan kapabilitas melalui program pelatihan dan pendampingan bisa memberikan dampak positif.

“Semua akan kami upayakan agar akar budaya penelitian makin mengakar kuat dilingkungan Universitas Jember. Mulai dari menyediakan dana hibah dan membarikan berbagai pelatihan dan sosialisasi yang bisa mendukung penelitian yang lebih baik. Kami juga memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada para dosen muda untuk turut aktif dalam penelitian. Harapannya jika yang muda aktif dosen yang sudah senior juga akan tertantang,” pungkasnya. (moen)