Johan Budi SP : Fakultas Kesehatan Masyarakat Garda Terdepan Peningkatan Kesehatan Masyarakat

SemNasFKM_UNEJ

Jember, 16 Oktober 2017

Johan Budi SP, juru bicara kepresidenan RI mengingatkan pentingnya peran dan fungsi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) beserta para lulusannya sebagai garda terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Johan Budi SP saat menjadi pemateri kunci dalam seminar nasional bertema “Peran Tenaga Kesehatan dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Bangsa Indonesia sebagai Perwujudan Nawacita Presiden 2019” pada Sabtu (14/10) di Gedung Telkom Jember. Seminar diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember.

Dalam paparannya, Johan Budi SP menjelaskan bahwa peran FKM dalam perwujudan Nawacita sangatlah krusial. “Sesuai dengan keilmuannya, FKM merupakan garda terdepan dalam mendorong peningkatan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu lulusan FKM dituntut untuk memiliki kemampuan akademis dan kemampuan untuk mengkomunikasikan pesan kesehatan masyarakat dengan lebih efektif. Agar nantinya akan dapat mengubah perilaku masyarakat untuk menjaga kesehatan pribadi dan keluarga,” jelas Johan Budi SP. Menurut mantan juru bicara KPK ini, FKM juga mengemban tugas penting untuk mengajak peran serta masyarakat terlibat dalam program kesehatan yang dijalankan oleh pemerintah.

Terkait hal tersebut, Johan Budi SP meminta sivitas akademika FKM Universitas Jember untuk terus meningkatkan kemampuan komunikasi, baik komunikasi verbal dan non verbal. “Keterampilan berkomunikasi yang bagus akan dapat meningkatkan kepercayaan dan keterlibatan masyarakat dalam peningkatan kualitas hidup. Komunikasi yang baik juga akan dapat memberikan informasi kesehatan yang mudah dimengerti oleh masyarakat, sehingga dapat mengurangi miskomunikasi. Selain itu, penggunaan media maasa dan teknologi informasi dan komunikasi yang efisien di era saat ini juga dibutuhkan untuk menunjang penyampaian informasi kepada masyarakat,” imbuhnya.

Johan Budi SP kemudian menjelaskan dalam program pembangunan nasional Indonesia tahun 2015-2019, Presiden Joko Widodo mencanangkan kemandirian di bidang ekonomi, berdaulat di bidang politik dan berkepribadian dalam budaya yang dikenal dengan Trisakti.  Untuk mewujudkan hal tersebut, ditetapkan 9 agenda prioritas atau Nawacita,   dimana pada agenda ke-5 dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia, yang akan dicapai melalui Program “Indonesia Pintar”, Program Kartu “Indonesia Sehat”, Program “Indonesia Kerja” dan “Indonesia Sejahtera”.

Berdasarkan data yang telah dikeluarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, Program Kartu Indonesia Sehat memiliki 3 komponen yaitu Revolusi mental masyarakat agar memiliki paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan, dan mewujudkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Disinilah peran FKM dan para lulusannya dibutuhkan dalam mensukseskan pelaksanaan tiga komponen tersebut.

Sementara itu dalam sambutannya, Irma Prasetyowati, Dekan FKM Universitas Jember, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan diadakannya seminar kali ini adalah untuk menambah wawasan mahasiswa mengenai bagaimana pentingnya peran tenaga kesehatan khususnya lulusan FKM dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Irma menambahkan, semnas kali ini merupakan upaya FKM Universitas Jember untuk dapat terus berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. “FKM sebagai ‘produsen’ tenaga kesehatan, khususnya sarjana kesehatan masyarakat kami arahkan untuk dapat berpartisipasi aktif dan berkarya di bidang kesehatan. Sebagai contoh, mahasiswa FKM sudah kami libatkan dalam setiap program-program kesehatan yang ada di Kabupaten Jember dan beberapa kabupaten lainnya di wilayah Besuki Raya seperti  Lumajang dan Bondowoso,” tutur Irma.

Dekan FKM Universitas Jember lantas menambahkan, selain mendapatkan materi kuliah di kampus, mahasiswa juga mendapatkan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL), dimana pada proses tersebut seluruh mahasiswa FKM dilatih untuk dapat menemukan solusi atas masalah kesehatan di lapangan, membuat program kesehatan yang sesuai dengan permasalahan di lapangan, hingga tahapan evaluasi dan menjaga keberlanjutan program yang telah dibuat.

“Dosen FKM Universitas Jember juga aktif mengikuti berbagai kegiatan dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia di bidang kesehatan. Seperti telah mengikuti Rencana Aksi Daerah Penanggulangan TBC, sosialisasi K3 dan penyuluhan tanggap bencana. Sehingga baik mahasiswa maupun dosen yang ada di FKM Universitas Jember telah mampu berpartisipasi aktif dalam meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia, sesuai dengan Nawacita,” tambah Irma Prasetyowati.

Rektor Universitas Jember, Moh. Hasan, menyambut baik seminar nasional kali ini. Menurutnya, ajang ilmiah yang diadakan oleh FKM Universitas Jember sangat relevan dengan kondisi kesehatan masyarakat Indonesia. Moh. Hasan juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung berbagai kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka perwujudan Nawacita. Di akhir sambutannya, Moh. Hasan berharap acara seminar nasional ini dapat menjadi agenda tahunan. Selain menghadirkan Juru Bicara Kepresidenan RI, seminar nasional yang diikuti oleh dosen, mahasiswa serta pegiat bisang kesehatan di Jember dan sekitarnya ini menghadirkan pembicara Dr. drg. Nyoman Anita Damayanti (FKM Universitas Airlangga), dan Direktur RS Paru, dr. IG. N. Arya Sideman, S.E., M.PH. (lid/iim)