Jend. (Purn) Widjojo Soejono : Lulusan Universitas Jember Harus Miliki Jiwa Nasionalis

Jember, 16 September 2016.

Usianya sudah mendekati 90 tahun, tetapi fisiknya masih prima untuk orang seusianya. Bahkan semangatnya masih menyala-nyala jika sudah berbicara mengenai kondisi bangsa Indonesia yang turut diperjuangkannya. Ingatannya masih tajam, sementara pemikirannya jernih dan runtut, disampaikan dengan suaranya yang lantang dan tegas, khas tipikal mereka yang sudah banyak makan asam garam kehidupan, terutama di dunia militer. Beliau adalah Jenderal (Purn) Widjojo Soejono, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pengembangan Universitas Jember (YPUJ).

“Bangsa dan negara Indonesia sudah dua dasawarsa berada dalam kondisi dunia yang makin terbuka karena globalisasi. Dunia katanya sudah terbuka tanpa batas lagi. Terbuka akan masuknya investasi asing, sains dan teknologi, komunikasi dan informasi, dan sebagainya. Namun sebagai orang tua, saya ingin mengingatkan, negara bangsa, nation state itu harus tetap eksis dan berfungsi. Kalau dia tidak berfungsi, maka kita akan menjadi bangsa kelas dua,”  begitu peringatan pria yang akrab dipanggil Pak Widjojo ini, dalam kesempatan pertemuan antara YPUJ dengan Rektor Universitas Jember (6/9).

Mantan Komandan Jenderal RPKAD (saat ini Kopassus) tahun 1967-1970 ini lantas menjelaskan, globalisasi membawa dampak positif, seperti adanya gerakan demokratisasi, tetapi juga membawa efek negatif. Globalisasi memberikan kesempatan bagi negara-negara maju untuk melakukan ekspansi. Masuknya dana kapital yang ekspansionis, yang bukan hanya membiayai tapi menguasai. “Harapan saya bersama kawan-kawan di YPUJ, Universitas Jember mampu mencetak  saintis dan teknokrat yang handal, tetapi tidak kehilangan hakikat dasar-dasar berbangsa dan bernegara. Lulusan yang berjiwa nasionalis,” katanya.

Untuk itu, menurut Widjojo Soejono, YPUJ akan menggagas pemberian materi mengenai nasionalisme untuk mahasiswa Universitas Jember. “Tidak hanya materi mengenai nasionalisme saja, tetapi saya juga ingin agar ada pembekalan kepada mahasiswa mengenai bagaimana memenangkan persaingan, sebab kunci untuk bertahan di era globalisasi ini adalah memiliki insting untuk bersaing. Nanti untuk teknisnya bisa kita bahas lebih lanjut,” tambahnya.

Untuk diketahui, YPUJ adalah yayasan yang bertujuan untuk mengakselerasi pengembangan Universitas Jember. YPUJ beranggotakan para alumni kampus Tegalboto dan tokoh-tokoh yang memiliki kepedulian terhadap Universitas Jember. Bagi Widjojo Soejono, kesediaannya membantu Universitas Jember melalui YPUJ karena adanya ikatan historis dengan dirinya. Pada saat menduduki jabatan sebagai Pangdam Brawijaya, Widjojo Soejono memerintahkan Kolonel. Warsito menjadi rektor Universitas Jember kala itu.

Menilik sejarahnya, YPUJ memiliki banyak kontribusi dalam pengembangan Universitas Jember. Misalnya saja memberikan bantuan berupa hibah Gedung Soetardjo di tahun 1983, hibah tanah seluas 1 hektar di Jubung untuk laboratorium pertanian pada tahun 1991, membantu proses pendirian beberapa fakultas seperti Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Kedokteran, dan lainnya. Rencananya, kepengurusan YPUJ periode ini akan lebih memberikan penekanan program peningkatan Sumber Daya Manusia, serta membantu pengembangan riset di Kampus Tegalboto.

Sementara itu, rektor, Moh. Hasan, menyambut gembira kesediaan YPUJ mendukung berbagai program Universitas Jember. Dirinya juga menilai keberadaan YPUJ masih dibutuhkan oleh kampus Tegalboto. “Dengan komposisi anggota YPUJ yang ada, kami berharap YPUJ menjadi jembatan bagi kami untuk menjalin kerjasama dengan stake holders sekaligus memperluas jejaring dengan berbagai pihak,” kata Moh. Hasan. (iim)

Leave us a Comment