Jember Rawan Bencana, PSIK Universitas Jember Gelar Seminar Multiple Trauma

Jember, 8 November 2016

         Kondisi Jember yang dikelilingi pegunungan dan berbatasan dengan samudera menjadi berkah, namun juga perlu diwaspadai karena menyimpan potensi rawan bencana. Dan pada setiap kali kejadian bencana, maka peluang timbulnya korban sangat terbuka luas. Berangkat dari kondisi ini, Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Jember menggelar seminar mengenai Multiple Trauma. Multiple Trauma adalah istilah bagi penderita atau korban yang mengalami beberapa macam perlukaan dari suatu kejadian, contohnya seperti korban pada kejadian bencana alam. Seminar nasional dengan tema “Update And Upgrade Multiple Trauma Patient Management”, dilaksanakan di Edelweis Ballroom Hotel Cempaka pada hari Minggu (6/11).

         Hadir sebagai pemateri pada seminar kali ini antara lain Prof. Dr. Eddy Rahardjo, dr., SpAnK. IC (Ketua Instalansi Transfusi Darah RSUD Dr.Sutomo Surabaya), Ns. Senja Setiaka, S.Kep., EMT-P (RSUD Dr.Sutomo, Surabaya), dan Eri Yanuar Akhmad BS., S.Kep., Ns., M.N.Sc (Program Studi Ilmu Keperawatan UGM, Yogyakarta). Dalam pemaparannya, Eddy Rahardjo, mengulas tentang kasus trauma berat akibat pendarahan yang berdampak pada berkurangnya pasokan oksigen ke tubuh (hipoksia). “Dalam kasus trauma berat akibat pendarahan, maka perawat dituntut untuk mampu memberikan evaluasi kondisi korban dengan cermat, karena setiap menit dapat membuat perbedaan antara hidup dan mati,” ulasnya.

        Sementara itu Senja Setiaka menekankan pentingnya koordinasi semua stake holder penanganan bencana sebagai kunci keberhasilan menekan korban jiwa. “Koordinasi yang baik antara petugas di lapangan seperti tim SAR, pemadam kebakaran, petugas hukum dengan perawat di rumah sakit, diharapkan mampu meminimalisir korban jiwa, begitu pula dengan koordinasi antar rumah sakit,” ungkap Senja. Sedangkan koleganya dari UGM Yogyakarta, Ery Yanuar banyak menjelaskan bagaimana memberikan pertolongan dan pengobatan terhadap korban yang mengalami nyeri.

        Dalam kesempatan yang sama, Ns. Lantin Sulistyorini, S.Kep. M.Kes, Ketua PSIK Universitas Jember, menjelaskan jika kegiatan seminar menjadi agenda rutin dengan tema yang berbeda, menyesuaikan perkembangan Ilmu Keperawatan. Oleh karena itu Lantin memuji para mahasiswa yang telah sukses menggelar seminar kali ini. “Ada kabar gembira bagi mahasiswa PSIK Universitas Jember, tahun depan ada tujuh mahasiswa yang akan belajar ilmu keperawatan di National Cheng Kuo University, Taiwan sebagai tindak lanjut kerjasama kita,” kata Lantin.                Kegiatan seminar dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Universitas Jember, Zulfikar dan diikuti oleh 960 peserta yang berasal dari Universitas Muhamadiyah Jember, Stikes dr. Soebandi Jember, Universitas Bondowoso, Stikes Banyuwangi, Puskesmas Lumajang, Stikes Surabaya, Poltekes Kemenkes Malang, Puskesmas Banyuputih, Puskesmas Kasiyan, Puskesmas Silo, Pengurus PPNI Jember dan lain-lain. (lid/nis)

Leave us a Comment